WEF Tak Ubah Nasib Negara Berkembang

Prof. Eby Hara: Negara berkembang harus fokus kebijakan domestik, bukan mengandalkan forum internasional

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember- Sorotbrita.com,awa Timur – Prof. Abubakar Eby Hara, Guru Besar Politik Internasional Universitas Jember (Unej), menegaskan bahwa Indonesia menghadiri World Economic Forum (WEF) di Davos lebih untuk simbolisme daripada strategi.

Eby Hara mengatakan WEF tidak membuat kebijakan ekonomi global. “Para peserta tidak mengubah perdagangan, menstruktur ulang utang, atau menetapkan komitmen transfer teknologi,” jelasnya di Kampus FISIP Unej, Rabu.

Negara berkembang sering membahas isu penting seperti ketimpangan akses pasar, proteksionisme negara maju, dan ketidakadilan rantai pasok global di Davos, tetapi mereka jarang memaksa perubahan nyata. Pertemuan ini memberi panggung bicara, bukan kekuatan politik.

Baca Juga :  Bugar & Awet Muda: Tips Olahraga 40-an

Menurut Eby Hara, WEF menjadi ruang bagi elite ekonomi dan politik dunia—kepala negara kuat, CEO multinasional, dan institusi keuangan besar—untuk menegaskan posisi masing-masing. Negara berkembang datang untuk menunjukkan keterbukaan terhadap investasi, bukan untuk meraih keuntungan strategis.

“Para peserta mempertahankan struktur ekonomi global yang timpang, meski menggunakan istilah manis seperti inclusive growth dan sustainability,” katanya. WEF juga menjadi panggung prestise, di mana negara besar tampil sorotan, sedangkan negara lain hanya figuran.

Pertemuan ini sering menciptakan ilusi kemajuan. Negara maju terus menjalankan proteksionisme, menyalurkan subsidi secara timpang, dan menambah utang negara berkembang. Kesepakatan investasi terlihat sukses secara diplomasi, tetapi mereka jarang meningkatkan lapangan kerja, industri nasional, atau kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Pidana Kerja Sosial: Langkah Humanis Pemkab Solok Selatan

Eby Hara menegaskan, negara berkembang tidak boleh mengandalkan Davos. Mereka harus berani menantang struktur ekonomi global yang tidak adil. Strategi pembangunan efektif harus fokus pada kebijakan domestik yang kuat, kerja sama regional, dan reformasi institusi global.

“Davos mencerminkan dunia nyata, dikuasai segelintir elite yang bicara tentang perubahan tanpa mengorbankan kepentingannya sendiri,” tutupnya.

Editor : EL

Berita Terkait

Sara Duterte Deklarasi Maju Pilpres Filipina 2028
Soroti Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza
Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 08:00 WIB

Sara Duterte Deklarasi Maju Pilpres Filipina 2028

Minggu, 8 Februari 2026 - 16:00 WIB

Soroti Keikutsertaan Indonesia di Dewan Perdamaian Gaza

Kamis, 22 Januari 2026 - 14:00 WIB

Indonesia Gabung Dewan Perdamaian Trump untuk Gaza

Rabu, 21 Januari 2026 - 18:00 WIB

WEF Tak Ubah Nasib Negara Berkembang

Berita Terbaru

Kades Koto Dua Edi Zulfandi mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat.

Sungai Penuh

Kades Koto Dua Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:30 WIB

Kepala MTsN 1 Kota Sungai Penuh, Soni Indra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga madrasah.”dan masyarakat.

Sungai Penuh

Kepala MTsN 1 Sungai Penuh Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:10 WIB

Kades Koto Tengah, Tansrilana, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada warga dan mengajak mempererat persaudaraan serta gotong royong.

Sungai Penuh

Kades Koto Tengah Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:00 WIB

Kepala Desa Kairul Saleh menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi saat Idul Fitri.

Sungai Penuh

Kepala Desa Muara Jaya Ucapkan Selamat Idul Fitri 2026

Rabu, 18 Mar 2026 - 04:52 WIB