Jambi – Sorotbrita.com, Pemuda Suku Anak Dalam (SAD) di Kabupaten Sarolangun kini menggerakkan ekonomi kreatif berbasis sumber daya alam sekitar. Mereka menjadikan keterampilan tradisional sebagai peluang usaha, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Kerajinan Bambu: Dari Hutan ke Meja Pajangan
Di Desa Pulau Lintang, pemuda SAD mengubah bambu hutan menjadi cawan pajangan yang cantik dan fungsional.
Antoni, Ketua Gerakan Pemuda Anak Dalam (GPAD), menjelaskan, “Kami menyeleksi bambu berdasarkan usia agar kuat, lalu merendamnya dalam air kapur untuk mencegah jamur, sebelum dikeringkan secara alami. Kalau untuk pajangan, kami beri minyak alami agar mengkilap. Kalau untuk minum, bisa langsung digunakan.”
Dulu mereka hanya menggunakan parang dan pisau raut, kini GPAD memakai mesin gerinda dan amplas listrik. Dengan cara ini, mereka bisa membuat cawan lebih presisi, halus, dan berkualitas tinggi. Harga cawan berkisar Rp 25.000–Rp 35.000 per unit.
Cincin Biji Sawit: Kreativitas di Tengah Perkebunan
Di Desa Pematang Kejumat, Jaini dan Cedas memanfaatkan biji sawit untuk membuat cincin. Ide ini muncul karena ruang hidup mereka terdesak oleh perkebunan sawit.
“Kami ingin mengubah bahan yang ada di sekitar menjadi karya yang bernilai. Kami menjual cincin seharga Rp 15.000 per buah agar lebih banyak orang bisa menghargai kerja kami,” ujar Cedas.
Bengkel Pemuda SAD: Menguasai Teknologi Otomotif
Pemuda SAD juga membuka bengkel Rombong Juray sejak 2023. Mereka menangani berbagai servis, mulai dari ganti oli, tambal ban, hingga perbaikan mesin berat seperti penggantian blok mesin, rem, kampas kopling, dan las.
Kegiatan ini tidak hanya memberi penghasilan, tetapi juga meningkatkan keterampilan teknis para pemuda.
Dukungan Komunitas dan Kemandirian Ekonomi
Pundi Sumatra, komunitas yang mendampingi masyarakat SAD di Sarolangun dan Bungo, mendukung inisiatif ini. CEO Pundi Sumatra, Sutono, menyatakan, “Pemuda SAD tidak menyesali hilangnya hutan. Mereka memanfaatkan bahan lokal untuk membuka peluang ekonomi baru. Langkah kecil ini penting untuk kedaulatan ekonomi mereka.”
Editor : EL









