JAKARTA — Sorotbrita.com, Mantan Menteri Pertanian periode 2000–2004, Prof. Bungaran Saragih, memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Selain itu, Bungaran menekankan bahwa keberhasilan ini terutama terlihat pada swasembada beras.
Bungaran menilai kebijakan strategis Kementerian Pertanian membawa dampak nyata bagi stabilitas pangan. Oleh karena itu, sektor pertanian menjadi lebih kuat dan terukur.
Penghargaan Bintang Jasa Utama
Bungaran menyoroti penghargaan Tanda Kehormatan Bintang Jasa Utama yang diterima Mentan Amran dari Presiden Prabowo Subianto pada 7 Januari 2026 di Karawang. Ia menyebut hal ini sebagai pencapaian pertama bagi seorang Menteri Pertanian di Indonesia.
“Saya mengucapkan selamat kepada Pak Menteri. Penghargaan ini menjadi kebanggaan bagi seluruh sektor pertanian,” ujar Bungaran. Lebih lanjut, penghargaan ini menegaskan keberhasilan strategi pangan nasional.
Tantangan Keberlanjutan Swasembada
Meski capaian swasembada beras patut diapresiasi, Bungaran menekankan tantangan ke depan. Ia menekankan pentingnya menjaga produksi secara berkelanjutan, bukan hanya sekali tercapai.
Selain itu, Bungaran menyoroti pengembangan agroindustri dan sektor hilir yang masih terbatas. Kondisi ini membuat nilai tambah hasil pertanian belum maksimal bagi petani.
“Hilirisasi sangat penting. Tanpa agroindustri, hasil kerja petani tidak berkembang optimal dan nilai tambahnya rendah,” katanya.
Bungaran juga menyatakan kesiapannya untuk berdiskusi lebih lanjut dengan Kementerian Pertanian agar transformasi dan hilirisasi sektor pertanian lebih cepat terwujud.
Mentan Amran: Kerja Bersama Kunci Keberhasilan
Mentan Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa keberhasilan swasembada pangan dan penghargaan yang diterimanya berasal dari kerja kolektif. Petani, penyuluh, pemerintah daerah, dan jajaran kementerian berperan aktif.
“Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Karena itu, kita harus terus berinovasi dan bekerja nyata di lapangan agar capaian ini berkelanjutan,” ujarnya.
Ke depan, Kementerian Pertanian akan memperkuat transformasi pertanian nasional melalui hilirisasi dan modernisasi. Langkah ini bertujuan untuk:
Editor : EL









