Potensi Bisnis Penangkapan Karbon di Indonesia”

Indonesia Siap Jadi Pemain Utama Penangkapan Karbon Global”

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –Sorotbrita.com, Indonesia memiliki peluang besar dalam bisnis penangkapan dan penyimpanan karbon (CCS/CCUS). Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, memperkirakan nilai bisnis ini bisa mencapai puluhan miliar dolar, tergantung harga karbon global.

“Di Eropa, harga satu ton karbon di Swedia bisa mencapai 100 dolar Kanada atau sekitar 80 Euro. Potensi di Indonesia sangat menjanjikan,” ujar Hashim pada ESG Sustainability Forum 2026, Selasa (3/2/2026).

Baca Juga :  Rumput Laut dan Ikan Nila Andalan Pangan Nasional

CCS/CCUS adalah teknologi penting untuk menekan emisi karbon. Indonesia memiliki rongga bawah laut yang luas, mampu menampung ratusan giga ton karbon. Kondisi ini menarik bagi investor dan perusahaan energi.

Beberapa perusahaan besar, seperti Exxon, BP, dan Grup Bakrie, mulai melirik bisnis carbon capture di Indonesia. Hashim menekankan teknologi ini penting untuk negara yang ruang penyimpanannya terbatas, seperti Singapura, Korea Selatan, dan Jepang.

Baca Juga :  Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Haji

“Indonesia memiliki keunggulan karena industri minyak kita sudah ada sejak era Belanda. Ruang bawah tanah dan bawah laut relatif luas untuk CCS,” jelas Hashim.

Dengan potensi ekonomi besar dan manfaat lingkungan tinggi, CCS/CCUS bisa menjadi pilar transformasi energi bersih. Teknologi ini mendukung pengurangan emisi nasional sekaligus membuka peluang bisnis baru bernilai tinggi.

Editor : EL

Berita Terkait

UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos
Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Haji
Pembangunan 2027: SDM dan UMKM Jadi Prioritas Solok Selatan
PFN Dorong Daerah Bangun Bioskop Negara
OJK Pastikan Transisi Pimpinan Berjalan Lancar
Bridgestone Sambut Persaingan Ban di Indonesia, Fokus Kualitas
Pemerintah Perluas Uji Coba Digitalisasi Bantuan Sosial
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 08:00 WIB

UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos

Kamis, 26 Februari 2026 - 07:00 WIB

Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan

Rabu, 25 Februari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Haji

Kamis, 19 Februari 2026 - 18:00 WIB

Pembangunan 2027: SDM dan UMKM Jadi Prioritas Solok Selatan

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:00 WIB

PFN Dorong Daerah Bangun Bioskop Negara

Berita Terbaru

Arsip foto tak bertanggal ini memperlihatkan seekor Gekko kaiyai yang ditemukan di Provinsi Anhui, China. Peneliti China telah menemukan spesies tokek baru yang mereka beri nama Gekko kaiyai di Pegunungan Dabie, Provinsi Anhui, China. ANTARA/Xinhua

Uncategorized

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Kamis, 26 Feb 2026 - 19:00 WIB

Para turis berpose untuk foto di depan toko perhiasan dengan layar tampilan yang menampilkan gambar model yang mengenakan perhiasan emas yang memukau.

Lifestyle

Pasar Emas Dubai Diserbu Wisatawan

Kamis, 26 Feb 2026 - 18:00 WIB

Foto: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan siang hari jeda Sesi I Rabu (28/1/2026), mencatatkan pelemahan yang amat dalam mencapai ambles 7,34% di posisi 8.321. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Bisnis

Direktur Utama MDTV Mengundurkan Diri

Kamis, 26 Feb 2026 - 17:00 WIB

RI Impor Ayam dari AS, Begini Dampak Bagi Peternak. (Foto: Okezone.com)

Ekonomi

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Kamis, 26 Feb 2026 - 15:00 WIB

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB