Jakarta – Sorotbrita.com, Jepang akan menghidupkan kembali Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Kashiwazaki-Kariwa di Fukushima, Provinsi Niigata, pada 9 Februari 2026. Pihak pengelola, Tokyo Electric Power (TEPCO), menunda sementara reaktor karena gangguan kecil pada alarm. Mereka menegaskan bahwa gangguan itu tidak membahayakan operasional pembangkit.
PLTN Kashiwazaki-Kariwa memiliki tujuh reaktor dan termasuk salah satu pembangkit nuklir terbesar di dunia. TEPCO menutup reaktor ini setelah gempa dan tsunami 2011 menyebabkan kecelakaan nuklir di Fukushima Daiichi.
Sejak saat itu, Jepang mengaktifkan kembali 14 dari 33 reaktor yang masih bisa beroperasi. Langkah ini membantu negara mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. TEPCO awalnya merencanakan menyalakan reaktor pada 20 Januari, namun menunda beberapa jam kemudian karena masalah teknis.
Publik Niigata masih menyuarakan kekhawatiran tinggi terhadap keamanan nuklir. Survei Oktober 2025 menunjukkan 60% warga merasa syarat pengaktifan kembali belum terpenuhi, dan hampir 70% menaruh perhatian pada TEPCO sebagai operator.
Untuk meredam kekhawatiran, TEPCO akan menginvestasikan 100 miliar yen (sekitar Rp10,8 triliun) selama 10 tahun di Niigata.
Gubernur Niigata, Hideyo Hanazumi, mendukung pengaktifan kembali sambil memahami kekhawatiran warga. Ia ingin Jepang mengurangi ketergantungan pada sumber energi yang menimbulkan cemas.
Perdana Menteri Sanae Takaichi mendukung reaktivasi nuklir untuk menekan biaya impor energi fosil, yang menyumbang 60–70% dari kebutuhan listrik Jepang. Jepang menghabiskan 10,7 triliun yen (US$68 miliar) untuk impor LNG dan batu bara pada 2024.
Meskipun populasi menyusut, permintaan listrik diproyeksikan meningkat karena ekspansi pusat data AI yang menggunakan banyak energi.
Editor : EL









