Pemerintah Dorong WFA Pegawai Swasta Saat Lebaran 2026

Perusahaan swasta diminta beri WFA sebelum dan sesudah Lebaran

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 11 Februari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com, Menteri Tenaga Kerja Yassierli meminta perusahaan swasta memberlakukan Work From Anywhere (WFA) menjelang dan setelah Lebaran 2026. Kebijakan ini menjaga produktivitas karyawan dan mengurangi kepadatan arus mudik.

Perusahaan harus menyelenggarakan WFA pada 16–17 Maret sebelum Lebaran dan 25–27 Maret 2026 setelah Hari Raya.

Pemda Turut Mensosialisasikan WFA

Menteri meminta Gubernur, Bupati, dan Wali Kota mengajak perusahaan memberi opsi WFA kepada pekerja. Langkah ini memungkinkan lebih banyak karyawan bekerja fleksibel tanpa menurunkan kinerja perusahaan.

Baca Juga :  CT Dorong Transformasi Ekonomi untuk Tumbuh 8%

Sektor Esensial Dikecualikan

Perusahaan di sektor tertentu tetap bekerja di kantor. Sektor yang dikecualikan meliputi:

– Kesehatan

– Perhotelan dan hospitality

– Pusat perbelanjaan

– Manufaktur

– Industri makanan dan minuman

– Sektor esensial lain yang menjaga                      kelangsungan produksi

Baca Juga :  KKP Relokasi Kapal Mangkrak di Muara Angke

Produktivitas dan Upah Tetap Terjaga

Pekerja yang ikut WFA harus menyelesaikan tugas sesuai tanggung jawab. Perusahaan membayar upah sama seperti bekerja di kantor. Perusahaan juga mengatur jam kerja dan pengawasan agar karyawan tetap produktif.

“Pelaksanaan WFA tidak menghitung cuti tahunan. Kebijakan ini mendorong pertumbuhan ekonomi triwulan pertama 2026 tanpa mengurangi kinerja,” ujar Yassierli.

Editor : EL

Berita Terkait

Harga Pangan Nasional Naik Turun Hari Ke-4 Ramadhan 1447 H
Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”
Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global
Indonesia Perkuat Digitalisasi Layanan Haji dan Umrah
Kemensos–Kemenkop Dorong Penerima Bansos Gabung KDMP
Pemerintah Klarifikasi Prospek Ekonomi Menyusul Moody’s
Ekonomi Indonesia 2025 Tumbuh 5%, Stok Produk Jadi Ancaman
CT Dorong Transformasi Ekonomi untuk Tumbuh 8%
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 22 Februari 2026 - 13:00 WIB

Harga Pangan Nasional Naik Turun Hari Ke-4 Ramadhan 1447 H

Sabtu, 21 Februari 2026 - 09:00 WIB

Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”

Sabtu, 21 Februari 2026 - 06:00 WIB

Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:00 WIB

Indonesia Perkuat Digitalisasi Layanan Haji dan Umrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 07:00 WIB

Kemensos–Kemenkop Dorong Penerima Bansos Gabung KDMP

Berita Terbaru

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB

Bupati Khairunas saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Mr. Syafrudin Prawiranegara, Bidar Alam, sekaligus menegaskan komitmen program makan bergizi gratis dan penguatan Rumah Tahfidz.

Padang

Khairunas Perkuat Makan Bergizi dan Rumah Tahfidz

Kamis, 26 Feb 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota New York Zohran Mamdani sahur bersama petugas kebersihan saat badai salju melanda kota, sebagai bentuk dukungan kepada pekerja garis depan selama Ramadan.

Internasional

Zohran Mamdani Sahur Bersama Petugas Saat Badai Salju

Kamis, 26 Feb 2026 - 09:00 WIB

Perwakilan Grab Indonesia dan Coffeenatics berfoto bersama di Paviliun Indonesia, Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Januari 2026. (ANTARA/HO-Grab Indonesia)

Ekonomi Bisnis

UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos

Kamis, 26 Feb 2026 - 08:00 WIB

Foto: Dua perusahaan di wilayah Papua, PT Indoprima Utama Mina dan CV Putra Raja Bahari berhasil merealisasikan ekspor perdana komoditas perikanan unggulan ke pasar internasional pada Februari 2026. (Dok. Humas DJBC)

Ekonomi Bisnis

Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan

Kamis, 26 Feb 2026 - 07:00 WIB