KAMBOJA – Sorotbrita.com, Pemerintah Kamboja menutup hampir 200 pusat penipuan internasional. Jaringan ini diduga meraup miliaran dolar dari korban berbagai negara.
Otoritas Kamboja untuk pertama kalinya mengizinkan wartawan masuk ke salah satu kompleks operasi tersebut. Reuters melaporkan hal ini pada Rabu (11/2/2026).
Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan pekerja melarikan diri dari lokasi tersebut. Sebagian pekerja mengaku menjadi korban perdagangan manusia. Pelaku memaksa mereka bekerja dalam tekanan dan kondisi keras.
Wartawan mengunjungi kompleks di perbatasan Chong Chom–O’Smach, Samraong, Provinsi Oddar Meanchey. Di dalamnya terdapat ruangan penuh komputer dan dokumen. Pengelola juga membangun bilik studio untuk panggilan telepon.
Tim juga menemukan ruangan yang menyerupai kantor polisi. Di dalamnya terdapat seragam Polri lengkap dengan lencana. Petugas menemukan naskah penipuan berbahasa Indonesia. Pelaku diduga menargetkan korban dari Indonesia dan Thailand.
Namun, polisi tidak menangkap siapa pun di kompleks My Casino. Para pekerja sudah lebih dulu kabur. Aparat sebelumnya menahan seorang bos jaringan bernama Ly Kuong.
Kepala Kepolisian Provinsi Kampot, Mao Chanmothurith, mengakui keterbatasan personel. Ia menyebut provinsi itu hanya memiliki sekitar 1.000 polisi dan 300 polisi militer. Sementara itu, jumlah pekerja yang kabur mencapai 6.000 hingga 7.000 orang.
Editor : EL









