Tokyo — Sorotbrita.com, Amerika Serikat mengundang Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara lain untuk pertemuan tingkat menteri pada Jumat (13/2). Tujuannya, memperkuat ketahanan rantai pasok mineral kritis dan mengurangi ketergantungan berlebihan pada China.
Fokus pada Kerja Sama Global
Kantor Perwakilan Dagang AS (USTR) menyatakan para peserta membahas langkah konkret, termasuk kemungkinan kesepakatan perdagangan mineral kritis. Selain itu, USTR menulis di platform X bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump “berupaya menciptakan momentum untuk memperkuat daya tahan rantai pasok mineral kritis.”
Menteri Perdagangan dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, mengikuti pembicaraan secara virtual dari Washington bersama Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer. Perwakilan Uni Eropa dan 11 negara lain, termasuk Australia, Prancis, Jerman, India, dan Meksiko, aktif berpartisipasi. Mereka mendiskusikan cara memperkuat jaringan pasok mineral kritis agar lebih tangguh terhadap gangguan.
AS Tingkatkan Diplomasi Mineral Kritis
Sejak awal tahun, AS mengadakan beberapa pertemuan tingkat tinggi terkait mineral kritis. Misalnya, pada awal Februari, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, mengundang 55 mitra global untuk berdiskusi. Namun, China, yang menambang sekitar 70 persen dan memurnikan 90 persen unsur tanah jarang dunia, tidak ikut dalam pertemuan.
Wakil Presiden AS, JD Vance, mendorong sekutu dan negara yang memiliki pandangan serupa membentuk zona perdagangan preferensial. Dengan strategi ini, negara-negara anggota dapat melindungi diri dari potensi gangguan pasokan di masa depan.
Agenda Utama Kunjungan ke China
Peningkatan diplomasi AS ini muncul menjelang rencana Presiden Trump melakukan kunjungan ke China pada April untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Para pemimpin kemungkinan akan membahas perdagangan bahan industri secara intens. Oleh karena itu, kerja sama global terkait mineral kritis menjadi pertimbangan penting sebelum pertemuan itu.
Editor : EL









