Sorotbrita.com, Jerman mengalami banjir kentang atau Kartoffel-Flut. Menurut The Economist, panen tahun ini 17% di atas rata-rata jangka panjang dan menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun.
Kementerian Pertanian Jerman memperkirakan produksi 2025 mencapai 13,4 juta ton, naik 5,3% dari tahun lalu. Akibatnya, harga kentang di supermarket turun 15%.
200 Titik Pembagian Gratis
Surplus besar memicu distribusi gratis di Berlin. Sekitar 200 titik pembagian bermunculan. Organisasi seperti Berliner Tafel menyerap puluhan ton, sementara sekolah dan penampungan tunawisma ikut menerima pasokan.
Gerakan ini bermula dari petani di dekat Leipzig yang kehilangan pembeli 4.000 ton kentang. Ia lalu membuka akses gratis agar hasil panen tidak terbuang.
Dampak ke Pasar Global
Lonjakan produksi Eropa berpotensi menekan harga ekspor kentang beku dan keripik. Namun, kondisi ini berbeda dengan Belarus, yang justru mengalami kenaikan harga 31% akibat penyusutan lahan tanam.
Bagi konsumen Eropa, ini menjadi tahun harga murah. Sebaliknya, petani menghadapi tekanan margin dan pasar yang jenuh.
Editor : EL
Sumber Berita: CNBC Indonesia









