Jerman Banjir Kentang, Harga Anjlok 15%

Panen Tertinggi 25 Tahun, Harga Turun 15%

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 18 Februari 2026 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pedagang kentang di Pasar Induk Keramat Jati, JakartaRa

Foto: Pedagang kentang di Pasar Induk Keramat Jati, JakartaRa

Sorotbrita.com, Jerman mengalami banjir kentang atau Kartoffel-Flut. Menurut The Economist, panen tahun ini 17% di atas rata-rata jangka panjang dan menjadi yang tertinggi dalam 25 tahun.

Kementerian Pertanian Jerman memperkirakan produksi 2025 mencapai 13,4 juta ton, naik 5,3% dari tahun lalu. Akibatnya, harga kentang di supermarket turun 15%.

200 Titik Pembagian Gratis

Baca Juga :  AS Klaim Tangkap Nicolas Maduro, Krisis Ekonomi Venezuela Jadi Sorotan Dunia

Surplus besar memicu distribusi gratis di Berlin. Sekitar 200 titik pembagian bermunculan. Organisasi seperti Berliner Tafel menyerap puluhan ton, sementara sekolah dan penampungan tunawisma ikut menerima pasokan.

Gerakan ini bermula dari petani di dekat Leipzig yang kehilangan pembeli 4.000 ton kentang. Ia lalu membuka akses gratis agar hasil panen tidak terbuang.

Baca Juga :  Rutin Konsumsi Kentang, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh

Dampak ke Pasar Global

Lonjakan produksi Eropa berpotensi menekan harga ekspor kentang beku dan keripik. Namun, kondisi ini berbeda dengan Belarus, yang justru mengalami kenaikan harga 31% akibat penyusutan lahan tanam.

Bagi konsumen Eropa, ini menjadi tahun harga murah. Sebaliknya, petani menghadapi tekanan margin dan pasar yang jenuh.

 

 

 

Editor : EL

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Berita Terkait

Zohran Mamdani Sahur Bersama Petugas Saat Badai Salju
Rusia Klaim Kuasai Pokrovsk, Ukraina Bantah
Cornell University Dukung Mahasiswa Muslim Selama Ramadan
Ramadan di Bournemouth University: Dukungan dan Kebersamaan
PSG Bangkit Kalahkan Monaco 3-2 di Leg Pertama
Strategi Lee Jae-yong Bawa Samsung Kuasai Era AI
Martínez Absen, MU Menang Tipis atas Everton
JNU Jadi Kampus Favorit di India, Ini Alasannya
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 09:00 WIB

Zohran Mamdani Sahur Bersama Petugas Saat Badai Salju

Rabu, 25 Februari 2026 - 18:00 WIB

Rusia Klaim Kuasai Pokrovsk, Ukraina Bantah

Rabu, 25 Februari 2026 - 14:00 WIB

Cornell University Dukung Mahasiswa Muslim Selama Ramadan

Rabu, 25 Februari 2026 - 13:00 WIB

Ramadan di Bournemouth University: Dukungan dan Kebersamaan

Rabu, 25 Februari 2026 - 08:00 WIB

PSG Bangkit Kalahkan Monaco 3-2 di Leg Pertama

Berita Terbaru

Toyota Kijang 2026 Hadir Lebih Modern, Legendaris Teknologi Hybrid

Otomotif

Toyota Kijang Super 2026: Hybrid dan Ramah Keluarga

Kamis, 26 Feb 2026 - 14:00 WIB

Bupati Khairunas saat memberikan sambutan dalam kegiatan Safari Ramadhan di Masjid Mr. Syafrudin Prawiranegara, Bidar Alam, sekaligus menegaskan komitmen program makan bergizi gratis dan penguatan Rumah Tahfidz.

Padang

Khairunas Perkuat Makan Bergizi dan Rumah Tahfidz

Kamis, 26 Feb 2026 - 13:00 WIB

Wali Kota New York Zohran Mamdani sahur bersama petugas kebersihan saat badai salju melanda kota, sebagai bentuk dukungan kepada pekerja garis depan selama Ramadan.

Internasional

Zohran Mamdani Sahur Bersama Petugas Saat Badai Salju

Kamis, 26 Feb 2026 - 09:00 WIB

Perwakilan Grab Indonesia dan Coffeenatics berfoto bersama di Paviliun Indonesia, Forum Ekonomi Dunia (WEF) 2026 di Davos, Swiss, Januari 2026. (ANTARA/HO-Grab Indonesia)

Ekonomi Bisnis

UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos

Kamis, 26 Feb 2026 - 08:00 WIB

Foto: Dua perusahaan di wilayah Papua, PT Indoprima Utama Mina dan CV Putra Raja Bahari berhasil merealisasikan ekspor perdana komoditas perikanan unggulan ke pasar internasional pada Februari 2026. (Dok. Humas DJBC)

Ekonomi Bisnis

Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan

Kamis, 26 Feb 2026 - 07:00 WIB