Asal Usul Mitos Tionghoa Selalu Kaya

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warisan kebijakan Hindia Belanda yang membentuk persepsi hingga kini.

Warisan kebijakan Hindia Belanda yang membentuk persepsi hingga kini.

JAKARTA – Sorotbrita.com, Sebagian orang menganggap semua keturunan Tionghoa di Indonesia pasti kaya. Sejarah membuktikan bahwa kebijakan kolonial membentuk anggapan tersebut, bukan faktor ras.

Setelah tragedi Batavia tahun 1740, pemerintah kolonial Belanda menerapkan pengawasan ketat terhadap warga Tionghoa. Pemerintah membagi penduduk berdasarkan etnis lewat sistem Wijkenstelsel dan membatasi perjalanan melalui Passenstelsel.

Baca Juga :  Menaker Dorong Buruh Miliki Sertifikat Kompetensi

Sejarawan Mona Lohanda mencatat bahwa pemerintah kolonial menempatkan komunitas Tionghoa di kawasan tertentu seperti Glodok. Aturan ini membatasi ruang gerak dan mengurangi interaksi sosial dengan kelompok lain.

Kondisi tersebut mendorong komunitas Tionghoa membangun jaringan perdagangan yang solid. Mereka memperkuat solidaritas, menjaga kepercayaan, dan mengembangkan usaha di sektor niaga. Dari lingkungan itu, muncul pengusaha besar seperti Oei Tiong Ham yang meraih kesuksesan di Hindia Belanda.

Baca Juga :  Sutiyoso Lega, Pemprov DKI Bongkar Tiang Monorel Mangkrak

Sejarawan Ong Hok Ham menegaskan bahwa struktur ekonomi, akses modal, dan peluang usaha menentukan keberhasilan, bukan latar belakang etnis.

Kesimpulannya, kebijakan kolonial membentuk persepsi tentang kekayaan keturunan Tionghoa. Realitas sosial menunjukkan kondisi ekonomi masyarakat sangat beragam.

Editor : EL

Sumber Berita: CNBC Indonesia

Berita Terkait

Indonesia Kembangkan Biofuel Berbasis Nyamplung
Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal
Terungkap! Negara Ini Kuasai Produksi Cabai Hijau Dunia
KITMAS, Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia Diresmikan
Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”
Produksi Pick-Up Lokal Dorong Ekonomi dan Lapangan Kerja”
Mi Instan Indonesia Pimpin Pertumbuhan Pasar Global
Pramudya Iriawan Buntoro Jadi Dirut BPJS Ketenagakerjaan
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 1 Maret 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Kembangkan Biofuel Berbasis Nyamplung

Kamis, 26 Februari 2026 - 15:00 WIB

Indonesia Impor Ayam AS untuk Peternak Lokal

Selasa, 24 Februari 2026 - 07:00 WIB

Terungkap! Negara Ini Kuasai Produksi Cabai Hijau Dunia

Minggu, 22 Februari 2026 - 09:00 WIB

KITMAS, Koperasi Tembakau Pertama di Indonesia Diresmikan

Sabtu, 21 Februari 2026 - 13:00 WIB

Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”

Berita Terbaru

Kades Koto Dua Edi Zulfandi mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat.

Sungai Penuh

Kades Koto Dua Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:30 WIB

Kepala MTsN 1 Kota Sungai Penuh, Soni Indra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga madrasah.”dan masyarakat.

Sungai Penuh

Kepala MTsN 1 Sungai Penuh Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:10 WIB

Kades Koto Tengah, Tansrilana, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada warga dan mengajak mempererat persaudaraan serta gotong royong.

Sungai Penuh

Kades Koto Tengah Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:00 WIB

Kepala Desa Kairul Saleh menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi saat Idul Fitri.

Sungai Penuh

Kepala Desa Muara Jaya Ucapkan Selamat Idul Fitri 2026

Rabu, 18 Mar 2026 - 04:52 WIB