FILIPINA – Sorotbrita.com,Wakil Presiden Filipina, Sara Duterte, resmi menyatakan akan maju dalam pemilihan presiden 2028. Ia menyampaikan deklarasi tersebut saat suhu politik nasional terus meningkat, terutama dalam hubungannya dengan Presiden Ferdinand Marcos Jr.
Dalam pidato pada Rabu (18/2/2026), Sara menegaskan komitmennya untuk memimpin Filipina yang berpenduduk lebih dari 100 juta jiwa. Ia menyatakan siap mengabdikan diri sepenuhnya bagi negara.
“Saya siap mempersembahkan hidup dan tenaga saya untuk bangsa ini,” ujarnya.
Kritik Terbuka ke Presiden Marcos
Dalam pernyataannya, Sara juga melontarkan kritik terhadap pemerintahan Presiden Marcos. Ia menilai pemerintah belum merealisasikan sejumlah janji kampanye dan mempertanyakan konsistensi kepemimpinan nasional.
Menurut Sara, ia sudah melihat perbedaan sikap sejak awal masa pemerintahan berjalan. Hubungan politik antara keduanya pun terus memburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Aliansi antara keluarga Duterte dan Marcos sebelumnya mengantarkan kemenangan besar pada pemilu 2022. Namun, ketegangan muncul hanya beberapa minggu setelah pemerintahan dimulai dan berkembang menjadi konflik terbuka pada 2025.
Bayang-Bayang Kasus Rodrigo Duterte di ICC
Deklarasi pencalonan ini muncul menjelang agenda hukum yang melibatkan mantan Presiden Rodrigo Duterte di Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di Belanda. Pengadilan tersebut meninjau dugaan pelanggaran hak asasi manusia dalam operasi pemberantasan narkoba saat ia menjabat sebagai presiden.
Majelis hakim akan menentukan apakah kasus itu berlanjut ke tahap persidangan penuh setelah melalui sidang konfirmasi dakwaan.
Ancaman Pemakzulan dan Dinamika Politik Dalam Negeri
Di dalam negeri, Sara Duterte juga menghadapi tekanan politik. Sejumlah pihak kembali menggulirkan wacana pemakzulan dalam beberapa pekan terakhir. Beberapa tokoh keagamaan bahkan mengajukan laporan resmi pada awal Februari.
Konstitusi Filipina memberi kewenangan kepada parlemen untuk memproses pemakzulan. Jika Senat menyatakan bersalah, proses tersebut dapat membatasi hak politiknya dan memengaruhi peluangnya pada Pilpres 2028.
Editor : EL









