Sorotbrita.com – Mitsuyuki Tanaka lahir di Kyomimura, Takayama, Jepang, pada 10 November 1921. Ia membantu keluarga mengurus ladang sejak kecil sebelum tentara Jepang mengirimnya ke Manchuria, Tiongkok. Setelah bertugas di Filipina, Thailand, Malaya, Singapura, Tarakan, dan Papua, ia tiba di Jawa pada Juli 1945.
Setelah Jepang menyerah, Tanaka memutuskan mendukung perjuangan rakyat Indonesia. Ia membantu pemuda dan TNI merebut senjata dari gudang Jepang di Magelang dan melatih pasukan.
Ia ikut bertempur di Palagan Magelang (Oktober–November 1945) dan Palagan Ambarawa (Desember 1945). Dalam pertempuran, ia pernah tertembak di perut.
Mitsuyuki memilih nama Jawa “Sutoro” selama masa perjuangan dan menikah dengan Suparti di Salaman, Magelang. Ia menjadi prajurit TNI dan pensiun pada 1974 sebagai Letnan Kolonel, pangkat tertinggi untuk mantan tentara Jepang di Indonesia.
Setelah pensiun, Sutoro membuka bengkel bus di Pakelan, Magelang. Ia selalu menekankan pentingnya mengibarkan merah putih pada hari besar negara.
Letkol (Purn) Mitsuyuki Tanaka alias Sutoro meninggal pada 1 Agustus 1998. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Giridharmoloyo II, Magelang, bersama pahlawan lain.
Editor : EL









