Sorotbrita.com – Indonesia membuka peluang baru di pasar pangan global dengan mengekspor beras ke Arab Saudi. Untuk pertama kalinya, beras hasil produksi petani dalam negeri akan memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia di Tanah Suci.
Langkah ini memperkuat posisi Indonesia sebagai negara agraris yang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan nasional, tetapi juga bersaing di pasar ekspor strategis.
Ekspor Perdana 2.280 Ton Beras
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan pemerintah mengirim 2.280 ton beras pada tahap awal. Pengiriman pertama dijadwalkan berangkat pada 28 Februari.
Pemerintah memprioritaskan ekspor ini untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jemaah haji Indonesia selama musim haji. Setelah tahap perdana, pemerintah juga membuka peluang ekspor lanjutan ke negara lain.
Nilai Ekspor Tembus Rp150 Miliar
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan nilai ekspor 2.280 ton beras tersebut mencapai sekitar Rp150 miliar.
Bulog mengirim beras melalui Pelabuhan Tanjung Priok menuju Jeddah. Dua perusahaan importir di Arab Saudi menangani proses penerimaan dan distribusi setibanya beras di pelabuhan tujuan.
Bulog membagi pengiriman dalam dua tahap. Tahap pertama berangkat pada 28 Februari untuk memenuhi kebutuhan petugas haji yang datang lebih awal. Tahap kedua menyusul pada 4 Maret 2026. Waktu tempuh pengiriman berkisar antara satu hingga satu setengah bulan.
Strategi Bangun Gudang di Kampung Haji
Bulog juga menyiapkan strategi jangka panjang dengan merencanakan pembangunan gudang permanen di kawasan Kampung Haji. Tim Bulog telah meninjau lahan seluas 2–3 hektare untuk mendukung rencana tersebut.
Perusahaan menargetkan kapasitas awal minimal 1.000 ton untuk satu gudang. Bulog juga mengupayakan status kawasan berikat agar proses logistik berjalan lebih cepat dan efisien.
Dengan fasilitas ini, Bulog dapat menyimpan beras serta komoditas pangan lain seperti daging dan ikan untuk mendukung suplai berkelanjutan.
Kurangi Ketergantungan Pasokan Luar Negeri
Ekspor langsung ini membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada pasokan beras dari Thailand dan Vietnam untuk konsumsi jemaah haji.
Selama produksi dalam negeri tetap surplus dan swasembada pangan terjaga, pemerintah dapat melanjutkan ekspor beras untuk kebutuhan haji setiap tahun.
Ritel Modern Saudi Siap Serap Beras RI
Minat pasar Arab Saudi terhadap beras Indonesia terus meningkat. Dua jaringan ritel besar, yaitu BinDawood dan LuLu Hypermarket, telah mengonfirmasi kesiapan mereka untuk menyerap beras Indonesia setelah musim haji.
Tingginya jumlah warga Indonesia yang datang ke Tanah Suci setiap tahun turut mendorong permintaan beras nasional di pasar Saudi.
Ekspor perdana ini menjadi langkah konkret Indonesia dalam memperluas pasar pangan global sekaligus memperkuat daya saing komoditas strategis nasional.
Editor : EL









