Willy Amrul, Adik Buya Hamka yang Jadi Pendeta di AS

Awka dan Hamka lahir dari ayah yang sama, Abdul Karim Amrullah, namun berbeda ibu.

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Abdul Wadud Karim Amrullah alias Awka Hamka. (Dok. Istimewa)

Foto: Abdul Wadud Karim Amrullah alias Awka Hamka. (Dok. Istimewa)

Sorotbrita.com – Di California, Amerika Serikat, publik mengenal sosok pendeta bernama Willy Amrul. Ia lahir dengan nama Abdul Wadud Karim Amrullah, atau yang akrab disapa Awka. Tak banyak yang mengetahui bahwa ia merupakan adik seayah dari ulama besar Indonesia, Buya Hamka.

Awka dan Hamka memiliki ayah yang sama, yakni Abdul Karim Amrullah. Namun keduanya lahir dari ibu yang berbeda dan terpaut usia 19 tahun.

Lahir dari Keluarga Ulama Terkemuka

Sebagai anak ulama besar Minangkabau, Awka tumbuh dalam lingkungan religius yang kuat. Sejak kecil, keluarganya membekalinya dengan pendidikan Islam, baik melalui sekolah maupun pengajaran langsung di rumah.

Berbeda dengan Hamka yang merantau sejak muda, Awka lebih sering mendampingi sang ayah dalam berbagai aktivitas dakwah. Ia bahkan menyaksikan langsung perjuangan ayahnya pada masa menjelang kemerdekaan Indonesia.

Pada 2 Juni 1945, Awka berada di sisi ayahnya saat sang ulama wafat. Peristiwa itu menjadi titik penting dalam hidupnya.

Merantau dan Memulai Hidup Baru di Amerika

Baca Juga :  Strategi Lee Jae-yong Bawa Samsung Kuasai Era AI

Empat tahun setelah kepergian ayahnya, Awka memutuskan meninggalkan Indonesia. Pada 1949, ia bekerja di kapal yang berlayar ke berbagai negara.

Pada 1950, ia menetap di San Francisco. Di sana, ia mulai menggunakan nama Willy Amrul agar lebih mudah beradaptasi. Ia bekerja paruh waktu di peternakan sambil membangun masa depan.

Pada 1952, ia kembali bertemu dengan sang kakak yang sedang berkunjung ke Amerika. Pertemuan itu berlangsung di San Francisco setelah hampir sepuluh tahun mereka berpisah.

Aktif dalam Dakwah Islam di Amerika

Setelah menetap, Willy bekerja di Konsulat Jenderal RI di San Francisco. Ia juga aktif dalam kegiatan keislaman di Los Angeles dan membantu membangun komunitas masyarakat Indonesia di Amerika Serikat.

Pada 1970, ia menikahi Vera Ellen George. Vera kemudian memeluk Islam dan membangun keluarga bersama Willy. Mereka menjalani kehidupan religius dan dikaruniai tiga anak. Keluarga tersebut bahkan sempat tinggal di Indonesia untuk beberapa waktu.

Baca Juga :  Profil Zohran Mamdani

Keputusan Besar dalam Kehidupan Keluarga

Pada 1981, kehidupan mereka berubah. Vera menyampaikan keinginannya untuk memeluk agama Kristen. Permintaan itu memicu pergulatan batin dalam diri Willy.

Ia menghadapi pilihan sulit antara mempertahankan keyakinan atau menjaga keutuhan rumah tangga. Setelah mempertimbangkan secara mendalam, ia memilih mengikuti keputusan istrinya.

Keluarga tersebut kemudian menjalani baptisan di Kebayoran Baru sebelum kembali ke Amerika Serikat dua tahun kemudian.

Menjadi Pendeta di California

Setelah kembali ke Amerika, Willy mendalami ajaran Kristen secara serius. Ia kemudian melayani jemaat sebagai pendeta di California.

Sejak saat itu, masyarakat mengenalnya sebagai Pendeta Willy Amrul. Ia tetap aktif dalam pelayanan gereja dan sempat kembali ke Sumatera Barat pada 1996 untuk kegiatan rohani sebelum kembali menetap di Amerika.

Willy menghabiskan sisa hidupnya di Amerika Serikat hingga wafat pada 2012. Perjalanannya mencerminkan dinamika keyakinan, keluarga, dan pilihan hidup yang berbeda dari latar belakangnya.

 

 

 

Editor : EL

Berita Terkait

Profil Ashraff Abu, Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
Profil Zohran Mamdani
Strategi Lee Jae-yong Bawa Samsung Kuasai Era AI
Sutoro: Mantan Tentara Jepang yang Berjuang untuk Indonesia
Sherly Tjoanda, Gubernur Terkaya dengan Kekayaan Rp 972 Miliar
Lucky Widja, Vokalis Legendaris Band Element
“Perjalanan Mike Octavian Menuju Dunia Fashion”
Agam Rinjani, Simbol Keberanian dan Pengabdian di Rinjani
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 07:00 WIB

Profil Ashraff Abu, Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:00 WIB

Profil Zohran Mamdani

Jumat, 27 Februari 2026 - 09:00 WIB

Willy Amrul, Adik Buya Hamka yang Jadi Pendeta di AS

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:00 WIB

Strategi Lee Jae-yong Bawa Samsung Kuasai Era AI

Selasa, 24 Februari 2026 - 15:00 WIB

Sutoro: Mantan Tentara Jepang yang Berjuang untuk Indonesia

Berita Terbaru

Kades Koto Dua Edi Zulfandi mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat.

Sungai Penuh

Kades Koto Dua Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:30 WIB

Kepala MTsN 1 Kota Sungai Penuh, Soni Indra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga madrasah.”dan masyarakat.

Sungai Penuh

Kepala MTsN 1 Sungai Penuh Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:10 WIB

Kades Koto Tengah, Tansrilana, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada warga dan mengajak mempererat persaudaraan serta gotong royong.

Sungai Penuh

Kades Koto Tengah Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:00 WIB

Kepala Desa Kairul Saleh menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi saat Idul Fitri.

Sungai Penuh

Kepala Desa Muara Jaya Ucapkan Selamat Idul Fitri 2026

Rabu, 18 Mar 2026 - 04:52 WIB