Sorotbrita.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan pemanfaatan biomassa hutan sebagai sumber bahan bakar nabati (BBN) atau biofuel. Inovasi ini bertujuan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Salah satu fokus penelitian adalah tanaman nyamplung (Calophyllum inophyllum), spesies asli Indonesia yang berpotensi besar sebagai bahan baku bioenergi dari hutan tropis.
Riset Menjangkau Semua Tahap Produksi
Peneliti Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Budi Leksono, menyebutkan bahwa riset mencakup seluruh rantai nilai. Tim BRIN:
1. Meningkatkan kualitas perbenihan dan silvikultur nyamplung agar produktivitas biji lebih tinggi.
2. Melakukan pemuliaan tanaman untuk menghasilkan varietas unggul dengan kandungan minyak optimal.
3. Mengembangkan teknologi pengolahan crude oil nyamplung menjadi biofuel yang memenuhi standar teknis dan keekonomian.
Selain itu, minyak nyamplung, atau Tamanu Crude Oil (TCO), dapat diolah menjadi beberapa jenis bahan bakar ramah lingkungan, termasuk:
– Biokerosin
– Biodiesel
– Bioavtur / Sustainable Aviation Fuel (SAF)
Pemanfaatan Hutan Secara Berkelanjutan
Budi menegaskan bahwa BRIN tidak mengeksploitasi hutan. Mereka mengoptimalkan biomassa dari sistem pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis sains.
Tanaman nyamplung memiliki beberapa keunggulan:
1. Minyak non-pangan (non-edible oil), sehingga tidak bersaing dengan kebutuhan pangan.
2. Berbuah sepanjang tahun, sehingga pasokan bahan baku stabil.
Selain itu, limbah sisa industri biofuel dari nyamplung dapat diolah menjadi produk bernilai tinggi, seperti:
– Arang aktif dan pelet berkadar energi tinggi
– Pakan ternak kaya protein
– Obat herbal dan kosmetik
– Sabun herbal berbasis minyak nyamplung
Dengan cara ini, BRIN memaksimalkan seluruh potensi tanaman untuk nilai ekonomi dan lingkungan.
Hilirisasi dan Dukungan Kebijakan
BRIN mendorong agar hasil riset segera diterapkan di industri. Budi menyebut teknologi konversi biomassa terbukti layak secara teknis, tetapi tantangan terbesar adalah mempercepat hilirisasi dan mendapatkan dukungan kebijakan yang konsisten.
Selain itu, biofuel dari hutan membantu Indonesia:
– Mengoptimalkan sumber daya domestik
– Menambah nilai ekonomi lokal
– Mengurangi emisi karbon
– Mendukung transisi energi bersih
Editor : EL









