sorotbrita.com, JAKARTA- Ketegangan di kawasan Asia Timur kembali menguat setelah Pemerintah China menegaskan niatnya untuk melakukan reunifikasi dengan Taiwan. Beijing menyatakan bahwa Taiwan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah kedaulatan China.
Dalam pernyataan resmi pejabat tinggi China, reunifikasi disebut sebagai kepentingan nasional yang tidak dapat ditawar. Meski China mengklaim tetap mengutamakan pendekatan damai, Beijing menegaskan tidak akan tinggal diam jika Taiwan melangkah menuju deklarasi kemerdekaan.
Taiwan merespons dengan sikap tegas. Pemerintah di Taipei menyatakan tetap berkomitmen mempertahankan kedaulatan, sistem demokrasi, serta kebebasan politik yang telah dijalankan selama puluhan tahun. Taiwan menegaskan bahwa masa depan negaranya harus ditentukan oleh kehendak rakyatnya sendiri.
“Kami akan terus menjaga demokrasi dan kebebasan, serta menolak segala bentuk tekanan eksternal,” demikian pernyataan resmi pemerintah Taiwan.
Situasi ini menarik perhatian dunia internasional. Sejumlah negara menyerukan agar kedua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog damai demi menjaga stabilitas kawasan. Para pengamat menilai konflik China–Taiwan berpotensi memicu dampak besar terhadap keamanan regional dan ekonomi global, mengingat pentingnya jalur perdagangan di kawasan Asia Timur.
Hingga saat ini, belum terlihat tanda-tanda penurunan tensi. Hubungan China dan Taiwan diperkirakan masih akan diwarnai dinamika politik dan militer yang sensitif ke depan.(EL) .
Editor : EL
Sumber Berita: detik news









