Jakarta –Sorotbrita.com Kota kecil Biei di Hokkaido, Jepang, terus menarik kedatangan wisatawan pada awal tahun. Kondisi ini terjadi walau pemerintah kota telah menebang deretan pohon birch putih yang selama ini menjadi ikon wisata. Warga lokal pun masih menghadapi tekanan akibat overtourism.
Wisatawan Masuk Ladang Demi Foto
Dalam beberapa tahun terakhir, wisatawan menjadikan Biei sebagai lokasi favorit untuk berfoto. Banyak pengunjung masuk ke ladang pertanian tanpa izin demi mendapatkan sudut gambar terbaik. Selain itu, bus-bus wisata sering berhenti di sekitar lokasi populer dan memicu kepadatan lalu lintas.
Perilaku tersebut mengganggu aktivitas warga dan merusak lahan pertanian yang menjadi sumber penghidupan mereka.
Pemerintah Tebang Pohon Birch
Pemerintah Kota Biei mengambil langkah tegas untuk mengurangi keramaian.
Mereka menebang pohon-pohon birch putih yang kerap menarik wisatawan setelah memperoleh persetujuan pihak terkait.
Kebijakan ini sempat menurunkan jumlah pengunjung.
Namun, situasi kembali berubah. Pada 6 Desember 2025, rombongan wisatawan datang menggunakan bus dan tetap singgah meski pohon-pohon telah tumbang dan tertutup salju.
Wisatawan Beralih ke Pohon Tujuh Bintang
Setelah penebangan, wisatawan mengalihkan tujuan ke Pohon Tujuh Bintang.
Pohon ini terkenal karena pernah muncul pada kemasan merek rokok di Jepang. Para pengunjung berhenti sejenak untuk berfoto lalu meninggalkan area tersebut sekitar 10 menit kemudian.
Pada hari yang sama, kawasan wisata Pohon Natal juga dipenuhi wisatawan. Petugas keamanan mengatur lalu lintas secara intensif karena arus kendaraan meningkat tajam.
Pengelola Jalankan Bus Antar-Jemput
Asosiasi Pariwisata Biei mencatat banyak wisatawan berjalan kaki dari Stasiun JR Biei menuju lokasi wisata. Dalam perjalanan, mereka sering menginjak lahan pertanian di sepanjang jalur tersebut.
Untuk mengurangi dampak ini, asosiasi meluncurkan program uji coba bus antar-jemput dari Stasiun JR Biei ke sejumlah titik wisata sejak bulan lalu. Pengelola juga menambah jumlah petugas keamanan selama musim dingin.
Kunjungan Wisatawan Terus Naik
Meski berbagai langkah telah berjalan, pengendalian wisatawan tetap sulit. Pemerintah setempat belum memberlakukan pembatasan jumlah kendaraan yang masuk ke kota kecil tersebut.
Pada 2024, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Biei mencapai sekitar 2,68 juta orang, termasuk wisatawan mancanegara. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah turis asing terus meningkat secara signifikan.
Warga Mengeluh, Pelaku Usaha Diuntungkan
Dalam pertemuan warga di pusat komunitas setempat, sejumlah peserta menyampaikan keluhan terkait dampak overtourism.
Beberapa warga menilai perilaku wisatawan asing merugikan lingkungan dan kehidupan sehari-hari.
Di sisi lain, kondisi ini membawa keuntungan bagi pelaku usaha lokal. Shigekazu Ishimura, pemilik sebuah kafe di Biei, mengaku pendapatannya meningkat. Ia menyebut lonjakan wisatawan asal China memberi dampak positif bagi bisnisnya.
Editor : EL
Sumber Berita: P









