Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 21 Januari 2026 - 11:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jember, Jawa Timur – Prof. Abubakar Eby Hara, Guru Besar Politik Internasional Universitas Jember (Unej), menegaskan bahwa kehadiran Indonesia di World Economic Forum (WEF) di Davos lebih bersifat simbolis daripada strategis.

Menurut Eby Hara, WEF bukan lembaga pembuat kebijakan ekonomi global. “Di Davos tidak ada perubahan kebijakan perdagangan, restrukturisasi utang, atau komitmen transfer teknologi yang mengikat,” katanya di Kampus FISIP Unej, Rabu.

Bagi negara berkembang, isu penting seperti ketimpangan akses pasar, proteksionisme negara maju, atau ketidakadilan rantai pasok global biasanya berhenti di level wacana. Pertemuan di Davos hanya memberi panggung bicara, bukan kekuatan untuk memaksa perubahan.

Baca Juga :  SMANTRI SMART CUP ke-9 Resmi Dibuka Wabup

Eby Hara menilai WEF adalah ruang bagi elite ekonomi dan politik dunia—kepala negara kuat, CEO multinasional, dan institusi keuangan besar—untuk saling mengonfirmasi posisi mereka. Bagi negara berkembang, kehadiran di sana sering bersifat kosmetik, sebagai tanda keterbukaan terhadap investasi dan agenda global, tetapi jarang menghasilkan keuntungan nyata.

“Struktur ekonomi global yang timpang tetap terjaga, meski dibungkus dengan istilah manis seperti inclusive growth dan sustainability,” ujarnya. WEF juga menjadi panggung prestise, di mana negara besar disorot, sedangkan negara lain hanya figuran.

Masalahnya, pertemuan ini sering menciptakan ilusi kemajuan. Setelah Davos, kebijakan proteksionis tetap berjalan, subsidi tetap timpang, utang negara berkembang bertambah, dan kesenjangan global melebar. Kesepakatan investasi yang diumumkan sering dibingkai sebagai keberhasilan diplomasi, tetapi dampaknya terhadap lapangan kerja, industri nasional, dan kesejahteraan masih dipertanyakan.

Baca Juga :  Awal 2026, IKN Nusantara Tampilkan Wajah Kota Hidup dan Inklusif

Eby Hara menekankan, perubahan nyata tidak akan datang dari Davos, melainkan dari keberanian politik untuk menantang struktur ekonomi global yang tidak adil. Strategi pembangunan efektif bagi negara berkembang tetap harus berfokus pada kebijakan domestik yang kuat, kerja sama regional, dan reformasi institusi global.

“Davos hanyalah cermin dunia saat ini, dikuasai oleh segelintir elite yang berbicara tentang perubahan tanpa mengorbankan kepentingannya sendiri,” tutupnya.

Berita Terkait

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru
BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara
Waspada QRIS Palsu: Transaksi Aman”
Petugas Periksa Angkutan Umum Batang Hari Jelang Ramadhan
Harga Pangan di Makassar Stabil Jelang Ramadan”
SMANTRI SMART CUP ke-9 Resmi Dibuka Wabup
Bagaimana Nabi Muhammad SAW Menempuh Isra Mikraj
Awal 2026, IKN Nusantara Tampilkan Wajah Kota Hidup dan Inklusif
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:00 WIB

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Senin, 23 Februari 2026 - 14:00 WIB

BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara

Minggu, 22 Februari 2026 - 18:00 WIB

Waspada QRIS Palsu: Transaksi Aman”

Minggu, 22 Februari 2026 - 14:00 WIB

Petugas Periksa Angkutan Umum Batang Hari Jelang Ramadhan

Jumat, 6 Februari 2026 - 12:53 WIB

Harga Pangan di Makassar Stabil Jelang Ramadan”

Berita Terbaru

Kades Koto Dua Edi Zulfandi mengucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada seluruh masyarakat.

Sungai Penuh

Kades Koto Dua Ucapkan Selamat Idul Fitri 1447 H

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:30 WIB

Kepala MTsN 1 Kota Sungai Penuh, Soni Indra, menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H kepada seluruh keluarga madrasah.”dan masyarakat.

Sungai Penuh

Kepala MTsN 1 Sungai Penuh Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:10 WIB

Kades Koto Tengah, Tansrilana, menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri 1447 H kepada warga dan mengajak mempererat persaudaraan serta gotong royong.

Sungai Penuh

Kades Koto Tengah Ucapkan Selamat Idul Fitri

Rabu, 18 Mar 2026 - 08:00 WIB

Kepala Desa Kairul Saleh menekankan pentingnya persatuan dan silaturahmi saat Idul Fitri.

Sungai Penuh

Kepala Desa Muara Jaya Ucapkan Selamat Idul Fitri 2026

Rabu, 18 Mar 2026 - 04:52 WIB