Bagaimana Nabi Muhammad SAW Menempuh Isra Mikraj

Perjalanan Luar Biasa Nabi Muhammad SAW

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta-Sorotbrita.com ,Isra Mikraj termasuk peristiwa paling agung dalam sejarah Islam.

Pada malam itu, Nabi Muhammad SAW menempuh perjalanan luar biasa dari Makkah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem sejauh 1.471 kilometer. Beliau kemudian naik hingga Sidratul Muntaha di langit ketujuh. Semua itu terjadi hanya dalam satu malam.

Banyak orang penasaran bagaimana seorang manusia bisa menempuh jarak ribuan kilometer dan menembus langit dalam waktu singkat. Pada masa itu, manusia belum memiliki pesawat atau kendaraan cepat.

Perjalanan darat dengan berjalan kaki atau menunggang hewan memakan waktu berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Guru Besar Fisika Institut Teknologi Surabaya (ITS), Agus Purwanto, menjelaskan di situs resmi Muhammadiyah bahwa teori relativitas khusus Albert Einstein tidak cukup untuk menjelaskan Isra Mikraj.

Baca Juga :  GoTo Pastikan Bonus Hari Raya untuk Mitra Pengemudi

Teori relativitas khusus menyatakan bahwa hukum fisika berlaku sama dalam kerangka acuan yang bergerak dengan kecepatan konstan. Teori ini berlaku terutama ketika mendekati kecepatan cahaya, sekitar 299.792 kilometer per detik.

Semakin dekat ke kecepatan cahaya, energi yang dibutuhkan semakin besar, dan waktu melambat secara ekstrem.

Agus mencontohkan: jika Nabi Muhammad SAW bergerak secepat cahaya, beliau seharusnya melesat keluar tata surya.

Padahal, beliau tetap berada di bumi dan kembali ke Makkah hanya dalam satu malam. Jika Buraq bergerak setara kecepatan cahaya, ia bisa menempuh lebih dari 4,3 miliar kilometer dalam satu jam. Jarak itu hampir setara jarak bumi ke Neptunus.

Baca Juga :  China Tegaskan Reunifikasi sebagai Harga Mati, Taiwan Kukuh Pertahankan Kedaulatan

Hukum fisika menunjukkan massa objek akan hancur karena energi yang terlalu besar.Oleh karena itu, Agus menilai teori relativitas khusus tidak memadai. Ia menyarankan teori relativitas umum.

Teori ini menjelaskan gravitasi sebagai kelengkungan ruang dan waktu akibat massa dan energi. Relativitas umum juga memungkinkan adanya dimensi ruang yang lebih tinggi atau non-fisik, yang sulit dijelaskan manusia.

Agus tidak menjelaskan rinci bagaimana teori relativitas umum bisa menjabarkan Isra Mikraj. Yang jelas, Nabi Muhammad SAW tidak melakukan perjalanan biasa. Beliau juga tidak melakukan perjalanan antariksa atau antarplanet.

 

Editor : EL

Berita Terkait

RSUD MHA Thalib Benahi Pelayanan, Terapkan Pengawasan 24 Jam dan Sidak Harian
Resmi! Maya Novefri Handayani Nahkodai Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci
DTPH Kerinci dan Dandim 0417/Kerinci Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan Daerah
Kepala Desa Koto Tinggi ARMAN Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H/2026 M
Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru
BMKG Catat Gempa Magnitudo 7 di Kalimantan Utara
Waspada QRIS Palsu: Transaksi Aman”
Petugas Periksa Angkutan Umum Batang Hari Jelang Ramadhan
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 20 Mei 2026 - 09:13 WIB

RSUD MHA Thalib Benahi Pelayanan, Terapkan Pengawasan 24 Jam dan Sidak Harian

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:20 WIB

Resmi! Maya Novefri Handayani Nahkodai Perumda Tirta Sakti Kabupaten Kerinci

Selasa, 12 Mei 2026 - 11:55 WIB

DTPH Kerinci dan Dandim 0417/Kerinci Perkuat Sinergi Dukung Ketahanan Pangan Daerah

Kamis, 19 Maret 2026 - 19:44 WIB

Kepala Desa Koto Tinggi ARMAN Ucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 H/2026 M

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:00 WIB

Kamboja Catat Penemuan Spesies Tokek Baru

Berita Terbaru