Sorotbrita.com-Agam Rinjani, lahir Abdul Haris Agam pada 22 Desember 1988 di Makassar, Sulawesi Selatan, adalah pemandu pendakian profesional dan relawan SAR di Gunung Rinjani, Lombok. Ia beragama Islam dan memiliki semangat tinggi membantu pendaki yang mengalami musibah.
Kecintaannya pada Rinjani mulai muncul pada 2011 saat ia mendaki untuk pertama kali sebagai mahasiswa Antropologi di Universitas Hasanuddin. Keindahan gunung membuatnya jatuh hati. Pada 2015, ia memutuskan menetap di Sembalun, Lombok Timur, untuk menjadi pemandu pendakian dan relawan SAR.
Sejak itu, Agam telah mendaki Gunung Rinjani 574 kali, dan 352 kali mencapai puncak, menurut pengakuannya dalam podcast Deddy Corbuzier. Selain menemani wisatawan, ia sering membantu operasi penyelamatan pendaki yang terjatuh, termasuk kasus pendaki Israel di jurang 160 meter pada 2022.
Aksi Heroik Evakuasi Pendaki Brasil
Pada 24 Juni 2025, Agam dan tim SAR mengevakuasi jenazah Juliana Marins, pendaki asal Brasil, dari jurang sedalam 600 meter dekat Danau Segara Anak. Operasi berlangsung lima hari di medan sangat sulit.
Meskipun tidak berhasil menyelamatkan Juliana, Agam merekam video meminta maaf kepada keluarga korban. Video itu viral dan memicu simpati luas. Masyarakat Brasil menggalang donasi untuk Agam, yang kini mencapai Rp1,5 miliar. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat menyatakan donasi itu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan keberanian Agam serta tim SAR.
Sosok Inspiratif
Kini, Agam Rinjani dikenal bukan hanya sebagai pemandu pendakian, tetapi juga sebagai simbol keberanian dan pengabdian. Semangat kemanusiaannya membuktikan bahwa kerja nyata bisa menyentuh banyak hati di seluruh dunia.
Editor : EL









