Jakarta – Sorotbrita.com,Hujan deras mengguyur Jakarta dan wilayah sekitarnya selama dua pekan terakhir. Curah hujan tinggi ini memicu banjir di sejumlah kawasan ibu kota dan mengganggu aktivitas warga.
Puluhan RT dan Ruas Jalan Tergenang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat banjir masih terjadi di banyak titik. Hingga Kamis (22/1/2026) pukul 15.00 WIB, genangan merendam 45 RT dan 22 ruas jalan.
Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta, Mohammad Yohan, menyebut curah hujan tinggi sebagai penyebab utama banjir. Genangan tersebut tersebar di Jakarta Barat, Utara, Selatan, dan Timur.
Banjir Ganggu Aktivitas dan Transportasi
Banjir yang terjadi pada 12 Januari 2026 hampir melumpuhkan Jakarta Utara. Hujan deras sejak subuh hingga pagi hari di wilayah Jakarta, Bogor, dan Depok memicu luapan air.
Dampaknya, operator KRL Commuter Line dan Transjakarta melakukan rekayasa perjalanan demi menjaga keselamatan penumpang.
Genangan Kembali Meluas Sepekan Kemudian
Sepekan setelah kejadian tersebut, hujan deras kembali mengguyur Jabodetabek hampir sepanjang hari pada Kamis (22/1/2026). Banjir pun muncul kembali dengan cakupan wilayah yang lebih luas.
Kondisi ini kembali menghambat mobilitas warga dan meningkatkan potensi kerugian ekonomi.
Gubernur Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca
Menghadapi cuaca ekstrem, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026.
“Saya memerintahkan perpanjangan modifikasi cuaca hingga 27 Januari,” ujar Pramono, Jumat (23/1/2026).
Ia juga meningkatkan intensitas penyemaian awan. Petugas kini dapat melakukan penyemaian dua hingga tiga kali sehari, bergantung pada kondisi cuaca.
Pemerintah Upayakan Pengendalian Dampak Banjir
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan modifikasi cuaca mampu menekan potensi hujan ekstrem. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi risiko banjir dan melindungi aktivitas warga.
Jakarta dan Sejarah Panjang Banjir
Banjir telah menjadi bagian dari sejarah Jakarta sejak era kolonial. Kota ini berkali-kali mengalami banjir besar dengan dampak sosial dan ekonomi yang Sengnifikan.
Editor : EL









