PFN Dorong Daerah Bangun Bioskop Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bioskop PFN Tingkatkan Akses Film Berkualitas di Indonesia

Bioskop PFN Tingkatkan Akses Film Berkualitas di Indonesia

Jakarta –Sorotbrita.com,PT Produksi Film Negara (PFN) (Persero) akan membangun bioskop milik negara pertama. Direktur Utama PFN, Riefian Fajarsyah, atau Ifan Seventeen, mengumumkan rencana ini langsung kepada publik.

Ifan menyebut bioskop ini sebagai pilot project PFN untuk menambah jumlah bioskop di Indonesia. Ia menilai jumlah bioskop saat ini masih terlalu sedikit dibandingkan jumlah penduduk.

“Alhamdulillah, ke depan PFN akan mendirikan bioskop negara pertama bernama Sinewara,” ujar Ifan dalam rapat dengan Komisi VII DPR RI pada 2 Februari 2026, dikutip dari YouTube TVR Parlemen, Selasa (17/2/2026).

Baca Juga :  Darma Mangkuluhur Jalani Siraman, Keluarga Cendana Hadir

PFN membangun bioskop ini di kawasan kantornya, Jalan Otista Raya, Jatinegara, Jakarta Timur. Ifan berharap proyek ini mendorong daerah lain mengembangkan bioskop negara dan ikut menjadi shareholder.

PFN mencatat Indonesia memiliki sekitar 505 bioskop dengan total 2.401 layar. Pulau Jawa menampung 70% bioskop, Sumatera 15%, dan Kalimantan 5%.

Baca Juga :  Kemenlu Verifikasi Ribuan WNI Terdampak Online Scam

Ifan membandingkan Indonesia dengan India, China, dan Amerika Serikat. Ia menekankan Indonesia idealnya memiliki 20.000 layar. “Target realistis kami setengahnya, yaitu 10.000 layar. Saat ini, masyarakat hanya menikmati 2.400 layar, dan distribusinya tidak merata. Hanya 25–30% kabupaten/kota menyediakan bioskop,” jelasnya.

Ifan berharap kehadiran Sinewara mendorong daerah lain membangun bioskop negara. Ia ingin masyarakat di seluruh Indonesia menikmati film berkualitas lebih mudah.

 

Editor : EL

Sumber Berita: detikfinance

Berita Terkait

BRIN Perkuat Pengawasan Pangan dengan Riset Nuklir
BGN Hentikan 47 SPPG untuk Evaluasi
Air Zamzam Tetap Laris di Tanah Abang Meski Ekspor Dibatasi
Menteri Maman: Masalah UMKM Ada di Pasar
ASN Bisa Daftar Komcad 2026, Ini Syaratnya
UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos
Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Haji
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:00 WIB

BRIN Perkuat Pengawasan Pangan dengan Riset Nuklir

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:00 WIB

BGN Hentikan 47 SPPG untuk Evaluasi

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:00 WIB

Air Zamzam Tetap Laris di Tanah Abang Meski Ekspor Dibatasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:00 WIB

Menteri Maman: Masalah UMKM Ada di Pasar

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:00 WIB

ASN Bisa Daftar Komcad 2026, Ini Syaratnya

Berita Terbaru