Jakarta–Sorotbrita.com, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Thomas Djiwandono, ingin memperkuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter, khususnya pada pengelolaan likuiditas dan suku bunga, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa pendekatan tersebut berbeda dengan skema burden sharing yang pemerintah dan BI terapkan pada masa pandemi COVID-19.
Dorong Sinergi Fiskal-Moneter di Luar Skema Pandemi
Thomas menyampaikan pandangan tersebut usai mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Deputi Gubernur BI di Jakarta, Senin.
“Yang ingin saya dorong adalah sinergi fiskal dan moneter di level likuiditas dan suku bunga. Pendekatan ini berbeda secara fundamental dengan kebijakan pada masa pandemi,” kata Thomas.
Ia menilai Indonesia saat ini membutuhkan pola sinergi kebijakan yang baru seiring upaya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.
Likuiditas Jadi Instrumen Pendukung Pertumbuhan
Thomas merujuk Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Melalui aturan tersebut, bank sentral menjalankan pengelolaan likuiditas tidak hanya untuk menjaga stabilitas moneter, tetapi juga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.
Menurutnya, kebijakan moneter BI selama ini sudah bersifat akomodatif.
Penurunan BI-Rate Belum Sepenuhnya Tersalurkan
Thomas mencatat BI telah menurunkan BI-Rate dari 6,25 persen pada 2024 menjadi 4,75 persen saat ini. Namun, ia menilai penurunan tersebut belum sepenuhnya menurunkan suku bunga kredit di sektor riil.
Ia menjelaskan, setiap penurunan BI-Rate sebesar 1 persen hanya menurunkan bunga kredit modal kerja sekitar 0,27 persen dalam enam bulan. Dalam jangka tiga tahun, penurunan maksimal hanya mencapai 0,59 persen.
Perlu Koordinasi dengan Kebijakan Fiskal
Thomas menilai lambatnya transmisi kebijakan moneter menunjukkan perlunya penguatan koordinasi dengan kebijakan fiskal dan otoritas keuangan lainnya.
“Dampak kebijakan moneter membutuhkan waktu lama dan tidak tersalurkan secara penuh. Karena itu, sinergi kebijakan menjadi penting,” ujarnya.
Editor : EL









