Inflasi Januari 2026 3,55%, Deflasi Bulanan 0,15%

Tarif listrik kembali normal dorong inflasi tahunan, meski ekonomi bulan Januari alami deflasi."

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 3 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita.com, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year on year/yoy) Indonesia pada Januari 2026 mencapai 3,55%. Namun, ekonomi justru mengalami deflasi bulanan (month to month/mtm) sebesar 0,15%.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, menjelaskan perbedaan ini terjadi karena efek basis rendah (low base effect) pada periode yang sama tahun lalu.

Ateng menjelaskan, pemerintah memberikan diskon tarif listrik pada Januari dan Februari 2025. Diskon itu menekan Indeks Harga Konsumen (IHK) di awal tahun dan menyebabkan deflasi.

Baca Juga :  Menteri Maman: Masalah UMKM Ada di Pasar

“Inflasi tahunan Januari 2026 tampak tinggi karena harga pada Januari 2025 lebih rendah akibat diskon listrik. Perbandingan ini membuat inflasi yoy terlihat meningkat,” ujar Ateng dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Penurunan IHK tahun lalu membuat level harga berada di bawah tren normal. Saat BPS menghitung inflasi tahunan, mereka membandingkan harga rendah itu, sehingga inflasi 2026 terlihat lebih tinggi.

Baca Juga :  Bridgestone Sambut Persaingan Ban di Indonesia, Fokus Kualitas

Ateng menambahkan, kelompok listrik mendorong inflasi yoy paling besar karena pemerintah menaikkan tarif listrik kembali ke harga normal pada 2026.

“Harga listrik pada 2025 ditekan diskon. Saat pemerintah mengembalikannya ke harga normal, inflasi yoy dari kelompok listrik meningkat,” kata Ateng.

Meski inflasi tahunan terlihat tinggi, Ateng menegaskan harga saat ini sudah kembali normal. Inflasi Januari dan Februari 2026 masih dipengaruhi efek basis rendah, tetapi tren harga secara umum stabil.

Editor : EL

Berita Terkait

BRIN Perkuat Pengawasan Pangan dengan Riset Nuklir
BGN Hentikan 47 SPPG untuk Evaluasi
Air Zamzam Tetap Laris di Tanah Abang Meski Ekspor Dibatasi
Menteri Maman: Masalah UMKM Ada di Pasar
ASN Bisa Daftar Komcad 2026, Ini Syaratnya
UMKM Kopi Indonesia Tampil di WEF Davos
Dua Perusahaan Papua Tembus Pasar Ekspor Perikanan
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras ke Arab Saudi untuk Haji
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 6 Maret 2026 - 08:00 WIB

BRIN Perkuat Pengawasan Pangan dengan Riset Nuklir

Selasa, 3 Maret 2026 - 08:00 WIB

BGN Hentikan 47 SPPG untuk Evaluasi

Minggu, 1 Maret 2026 - 13:00 WIB

Air Zamzam Tetap Laris di Tanah Abang Meski Ekspor Dibatasi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 14:00 WIB

Menteri Maman: Masalah UMKM Ada di Pasar

Sabtu, 28 Februari 2026 - 07:00 WIB

ASN Bisa Daftar Komcad 2026, Ini Syaratnya

Berita Terbaru