BANYUWANGI – Sorotbrita.com, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyalurkan 60 ribu sachet susu pendamping bagi pasien tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Program ini menjadi proyek percontohan nasional untuk mempercepat pemulihan pasien TBC.
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan bantuan gizi tersebut mendukung keberhasilan pengobatan TBC. Menurutnya, pasien membutuhkan asupan nutrisi yang cukup selain obat.
“Penanganan TBC tidak hanya bergantung pada pengobatan. Asupan gizi juga berperan penting dalam proses penyembuhan,” kata Ipuk, Kamis.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus memprioritaskan kesehatan masyarakat. Upaya itu mencakup pengendalian TBC serta peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat.
Data Dinas Kesehatan Banyuwangi mencatat 2.940 kasus TBC pada 2024. Jumlah tersebut meningkat menjadi 3.057 kasus pada 2025. Pemerintah daerah merespons kondisi ini dengan memperkuat edukasi sanitasi, akses air bersih, dan gizi seimbang.
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi Amir Hidayat menjelaskan bantuan dari Kemenkes berjumlah 1.000 dus. Setiap dus berisi 60 sachet susu formula khusus.
“Total bantuan mencapai 60 ribu sachet. Susu ini dibuat dari susu kambing dan ekstrak kurma berkualitas,” ujar Amir.
Dinas Kesehatan mulai menerima bantuan tersebut sejak pertengahan Januari. Petugas akan menyalurkan susu pendamping kepada pasien TBC yang menjalani pengobatan obat anti-tuberkulosis (OAT).
Editor : EL









