Tips Sehat Olah Makanan Rebus dan Kukus

Perbedaan Rebus dan Kukus dalam Menjaga Vitamin

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Makanan dikukus dan rebus (Foto: detikHealth/Sarah Oktaviani Alam)

Makanan dikukus dan rebus (Foto: detikHealth/Sarah Oktaviani Alam)

Sorotbrita.com – Tren makanan rebus dan kukus semakin populer di media sosial. Banyak orang kini memilih menu sederhana seperti ubi rebus, singkong kukus, dan pisang kukus karena ingin menjalani pola makan yang lebih sehat dan minim minyak.

Menurut Ardian Sandhi Pramesti, cara memasak ini memang menyehatkan, tetapi masyarakat tetap harus memperhatikan teknik dan lama memasak agar kandungan gizi tidak banyak berkurang.

Umbi-umbian Aman Direbus dan Dikukus

Anda bisa mengolah berbagai jenis umbi dengan cara rebus atau kukus. Ubi, singkong, kentang, dan talas memberikan rasa alami yang tetap lezat tanpa tambahan minyak.

Saat mengolah singkong, Anda perlu merebusnya hingga matang sempurna. Proses ini membantu menghilangkan senyawa sianida alami yang terdapat di dalamnya sehingga aman untuk dikonsumsi.

Sayur dan Buah Perlu Waktu Singkat

Baca Juga :  Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”

Anda sebaiknya tidak memasak sayuran hijau terlalu lama. Bayam dan brokoli mengandung vitamin C yang mudah rusak oleh panas. Jika Anda memasaknya terlalu lama, kadar vitamin C bisa turun hingga 50–70 persen. Kukus selama kurang lebih lima menit untuk menjaga kandungan gizinya.

Tomat dan paprika juga mengandung vitamin C serta likopen yang berperan sebagai antioksidan. Jika Anda memanaskannya terlalu lama, kandungan tersebut dapat berkurang sekitar 20–40 persen. Anda bisa mengukus sebentar atau mengonsumsinya dalam keadaan segar untuk mendapatkan manfaat maksimal.

Protein Juga Cocok Dikukus

Anda dapat memasak telur, tahu, tempe, ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, ikan, dan kacang-kacangan dengan metode kukus atau rebus. Cara ini membantu Anda menjaga rasa asli bahan sekaligus mempertahankan nilai gizinya.

Bawang putih juga membutuhkan perhatian khusus. Bawang putih mengandung allicin yang bersifat antibakteri dan antiinflamasi. Panas tinggi dapat merusak senyawa tersebut dengan cepat. Anda bisa mengonsumsinya mentah atau memanaskannya dalam waktu singkat agar manfaatnya tetap optimal.

Baca Juga :  Manfaat Air Minum Mineral bagi Kesehatan Tubuh Manusia

Kukus Lebih Efektif Menjaga Vitamin

Anda akan kehilangan lebih banyak vitamin larut air saat merebus bahan makanan terlalu lama. Kentang dan wortel, misalnya, mengandung vitamin B seperti folat yang mendukung metabolisme energi. Jika Anda merebusnya berlebihan, sebagian vitamin dapat larut ke dalam air. Dengan mengukus, Anda bisa menjaga kandungan vitamin tetap lebih stabil.

Artikel ini telah ditinjau oleh Mhd. Aldrian, lulusan ilmu gizi dari Universitas Andalas.

Dengan memilih bahan yang tepat dan mengatur waktu memasak secara bijak, Anda bisa menikmati makanan rebus dan kukus yang tetap lezat sekaligus kaya nutrisi.

 

Editor : EL

Berita Terkait

Pentingnya Sahur untuk Tubuh dan Energi
Dokter Ingatkan Risiko Makan Mi Instan Berlebihan
5 Superfood Sahur untuk Energi Seharian
Sarapan Sehat: Alpukat dan Telur, Kombinasi Nutrisi Optimal
Minuman Pagi untuk Turunkan Kolesterol dan Jaga Jantung”
“Tips Aman Menyimpan Nasi”
Kafein Mengurangi Risiko Aritmia
Kemenkes Salurkan Susu untuk Pasien TBC Banyuwangi
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:00 WIB

Pentingnya Sahur untuk Tubuh dan Energi

Kamis, 5 Maret 2026 - 09:00 WIB

Tips Sehat Olah Makanan Rebus dan Kukus

Minggu, 1 Maret 2026 - 07:00 WIB

Dokter Ingatkan Risiko Makan Mi Instan Berlebihan

Senin, 23 Februari 2026 - 17:00 WIB

5 Superfood Sahur untuk Energi Seharian

Senin, 23 Februari 2026 - 16:00 WIB

Sarapan Sehat: Alpukat dan Telur, Kombinasi Nutrisi Optimal

Berita Terbaru