Jakarta –Sorotbrita.com, Otoritas federal Amerika Serikat membongkar salah satu skema penipuan penerbangan paling berani dalam satu dekade terakhir. Seorang pria asal Kanada, Dallas Pokornik, diduga menikmati ratusan penerbangan gratis dengan menyamar sebagai pilot maskapai besar Amerika Serikat.
Petugas menangkap Pokornik di Panama sebelum mengekstradisinya ke Amerika Serikat. Jaksa federal mendakwanya atas penipuan transfer elektronik di Pengadilan Federal Hawaii pada Oktober 2025. Pada Selasa (20/1/2026), Pokornik menyatakan tidak bersalah di hadapan hakim.
Dokumen pengadilan mencatat Pokornik pernah bekerja sebagai pramugara di maskapai berbasis Toronto pada periode 2017–2019. Setelah berhenti, ia memalsukan identitas karyawan untuk memesan tiket khusus pilot dan awak kabin. Ia menggunakan cara tersebut di tiga maskapai Amerika Serikat selama hampir empat tahun.
Jaksa menyebut Pokornik beberapa kali meminta duduk di kursi tambahan kokpit. Maskapai hanya menyediakan kursi tersebut untuk pilot yang sedang tidak bertugas. Tindakan itu melanggar prosedur keamanan penerbangan.
“Skema ini merugikan maskapai dan meningkatkan risiko keselamatan penerbangan,” ujar jaksa, dikutip dari The Associated Press, Sabtu (7/2/2026).
Dengan harga rata-rata tiket domestik Amerika Serikat sekitar US$300 atau setara Rp5 juta, Pokornik diduga memperoleh fasilitas penerbangan senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah tanpa mengeluarkan biaya.
Surat dakwaan tidak menyebutkan nama maskapai secara rinci. Namun, jaksa mencatat maskapai tersebut berbasis di Honolulu, Chicago, serta Fort Worth, Texas. Hingga kini, Hawaiian Airlines, United Airlines, dan American Airlines belum memberikan pernyataan resmi. Air Canada, maskapai tempat Pokornik pernah bekerja, juga belum merespons permintaan komentar.
Hakim magistrat Amerika Serikat memerintahkan Pokornik tetap menjalani penahanan. Tim kuasa hukumnya memilih tidak memberikan keterangan kepada media.
Kasus ini mengingatkan publik pada film Catch Me If You Can. Film tersebut mengisahkan Frank Abagnale yang menyamar sebagai pilot demi memperoleh penerbangan gratis.
Editor : EL









