Prabowo Ajak Semua Pihak Bersatu dan Jaga Perdamaian

Filosofi Jawa Dorong Musyawarah dan Kesamaan

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malang – Sorotbrita.com, Presiden Prabowo Subianto mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan menciptakan kedamaian. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Minggu (8/2/2026).

NU Sebagai Teladan Persatuan

Prabowo menekankan pentingnya persatuan bangsa. Ia menyebut, NU selalu menjadi teladan dalam menjaga kerukunan dan kesatuan Indonesia.

“NU selalu memberi contoh. NU selalu berusaha menjaga persatuan. Sejarah membuktikan, tidak ada bangsa yang kuat dan maju tanpa pemimpin yang rukun,” kata Prabowo.

Baca Juga :  Prabowo Kunjungi Yordania, Temui Raja Abdullah II

Debat dan Perbedaan Boleh, Asal Tetap Rukun

Selain itu, Presiden menegaskan bahwa rakyat boleh bersaing dan berbeda pendapat, tetapi pada akhirnya harus tetap rukun. Ia mengajak semua pihak agar persatuan tetap menjadi prioritas.

“Boleh berbeda, boleh berdebat, boleh bersaing. Namun, semua pemimpin, di semua tingkatan, harus menjaga persatuan dan kesatuan,” lanjutnya.

Perdamaian Kunci Kemakmuran

Kemudian, Prabowo mengingatkan bahwa kemakmuran hanya mungkin tercapai jika perdamaian terjaga. Oleh karena itu, pemimpin seharusnya fokus pada kepentingan rakyat, bukan mencari kesalahan atau menyimpan dendam.

Baca Juga :  AHY Targetkan Tol Kapalbetung Bisa Dipakai H-10 Lebaran

“Para pemimpin politik, ekonomi, dan intelektual harus berpikir dan bekerja untuk kepentingan rakyat. Tidak boleh ada dendam, benci, atau dengki. Dengan demikian, jangan mencari-cari kesalahan pihak lain,” tegas Prabowo.

Filosofi Jawa Dorong Musyawarah dan Kesamaan

Selanjutnya, Presiden menambahkan, filosofi Jawa mengajarkan pentingnya mengutamakan musyawarah dan mencari kesamaan.

“Leluhur dan kiai kita selalu mengajarkan ‘mikul dhuwur mendhem jero’. Berbeda pendapat tidak masalah. Setelah berbeda, carilah persatuan, kesamaan, dan mufakat. Dengan demikian, inilah kepribadian bangsa Indonesia,” pungkasnya.

 

Editor : EL

Berita Terkait

Meutya Hafid Soroti Moderasi Konten Meta di Indonesia
Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1
Indonesia Negara Paling Rajin Beribadah
Lebaran: Tradisi, Belanja, dan Kebiasaan Masyarakat Indonesia
“Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata”
Kejari Solok Selatan Awasi Program Pendidikan
Patroli Marinir Jaga Keamanan Perbatasan Indonesia-Singapura
Kemenko Polkam Evaluasi Operasi Intelijen Separatisme
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 19:00 WIB

Meutya Hafid Soroti Moderasi Konten Meta di Indonesia

Senin, 9 Maret 2026 - 14:00 WIB

Panglima TNI Perintahkan Siaga Tingkat 1

Jumat, 6 Maret 2026 - 16:00 WIB

Indonesia Negara Paling Rajin Beribadah

Jumat, 6 Maret 2026 - 14:00 WIB

Lebaran: Tradisi, Belanja, dan Kebiasaan Masyarakat Indonesia

Senin, 2 Maret 2026 - 18:00 WIB

“Prabowo Pimpin Pemakaman Try Sutrisno di TMP Kalibata”

Berita Terbaru