Sorotbrita.com – Hari raya Idulfitri atau Lebaran sudah lama menjadi momen istimewa bagi masyarakat Indonesia. Setelah menjalankan puasa selama sebulan penuh, banyak orang merayakannya dengan berbagai tradisi yang meriah.
Masyarakat biasanya membeli pakaian baru, memasak makanan dalam jumlah besar, berbagi uang kepada anak-anak, serta berkunjung ke rumah keluarga. Sebagian orang juga melakukan perjalanan mudik untuk berkumpul dengan kerabat di kampung halaman.
Tradisi tersebut ternyata sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
Catatan Snouck Hurgronje tentang Lebaran di Aceh
Orientalis Belanda, Snouck Hurgronje, pernah mencatat kebiasaan masyarakat Aceh saat menyambut Lebaran pada awal abad ke-20.
Dalam pengamatannya pada 1906, ia melihat warga Aceh lebih tertarik membeli barang baru dibanding membeli daging menjelang hari raya. Pasar yang menjual pakaian dan perlengkapan Lebaran dipenuhi pembeli ketika bulan puasa hampir berakhir.
Menurutnya, masyarakat Aceh menganggap pakaian baru sebagai simbol perhatian dan kasih sayang dalam keluarga. Banyak suami membeli pakaian atau barang lain untuk istri dan anak-anak sebagai bentuk penghargaan kepada mereka.
Perayaan Lebaran di Batavia
Pengamatan serupa juga ia temukan di Batavia pada awal 1900-an. Dalam catatan tahun 1904, Hurgronje menggambarkan suasana Lebaran yang sangat meriah.
Masyarakat mengadakan pesta keluarga, menyajikan makanan khas hari raya, serta mengunjungi kerabat dan tetangga. Banyak orang juga membeli pakaian baru, menyalakan petasan, dan menikmati berbagai hiburan.
Pengeluaran masyarakat pada masa itu meningkat cukup besar menjelang Lebaran. Mereka rela mengeluarkan uang lebih banyak karena menganggap Idulfitri sebagai hari yang sangat istimewa.
Pemerintah Kolonial Menilai Tradisi Ini Boros
Sebagian pejabat pemerintah kolonial Belanda memandang kebiasaan tersebut sebagai pemborosan. Mereka melihat banyak pegawai pribumi menggelar pesta Lebaran secara besar-besaran.
Beberapa pegawai bahkan meminjam uang untuk membiayai perayaan tersebut. Selain itu, sejumlah pejabat daerah terkadang mengadakan acara Lebaran di kantor pemerintah dengan menggunakan kas negara.
Editor : EL









