Ketegangan Dagang Jepang–China Meningkat

Jepang Tekan China Soal Kontrol Ekspor

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 14 Februari 2026 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Sorotbrita.com, Hubungan antara Jepang dan China kembali memanas. Pemerintah Jepang mendesak Beijing segera mencabut kebijakan kontrol ekspor terbaru.

Kementerian Perdagangan China memperketat pengawasan ekspor barang dwiguna ke Jepang dan langsung menjalankan aturan itu. Otoritas China menyebut sektor sensitif seperti bioteknologi, kedirgantaraan, dan telekomunikasi, meski tidak merinci daftar produknya.

Tokyo Layangkan Protes Diplomatik

Mengutip laporan Agence France-Presse, pejabat Kementerian Luar Negeri Jepang menemui perwakilan Kedutaan Besar China di Tokyo.

Sekretaris Jenderal Biro Urusan Asia dan Oseania, Masaaki Kanai, menyampaikan protes resmi dan menuntut pencabutan kebijakan tersebut. Ia menilai langkah Beijing menyimpang dari praktik perdagangan internasional dan merugikan hubungan bilateral.

Baca Juga :  Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026

Akar Ketegangan Berawal dari Isu Taiwan

Ketegangan meningkat sejak pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, pada November lalu. Ia menyatakan Jepang dapat memberikan dukungan militer jika konflik pecah terkait Taiwan.

Taiwan memiliki pemerintahan sendiri, tetapi China mengklaim wilayah itu sebagai bagian dari kedaulatannya. Beijing merespons keras pernyataan Tokyo dan meningkatkan tekanan ekonomi.

Analis: China Kirim Sinyal Tekanan

Konsultan risiko global Teneo menilai pernyataan Kementerian Perdagangan China sengaja dibuat ambigu. Menurut mereka, Beijing ingin menciptakan ketidakpastian agar Tokyo melunakkan sikapnya.

Teneo memperkirakan pemerintah China bisa menolak sebagian kecil izin ekspor sebagai langkah awal. Strategi itu dapat menimbulkan gangguan ringan sekaligus memberi sinyal ancaman yang lebih luas.

Baca Juga :  Strasbourg Lolos Semifinal Piala Prancis

Risiko Ekonomi Mengintai Jepang

Ekonom dari Nomura Research Institute, Takahide Kiuchi, mengingatkan potensi dampak besar jika China membatasi ekspor logam tanah jarang.

Ia memperkirakan larangan selama tiga bulan dapat memicu kerugian hingga 660 miliar yen dan memangkas produk domestik bruto Jepang sekitar 0,11 persen.

Sanksi Sebelumnya Perburuk Hubungan

Pada Desember, China juga menjatuhkan sanksi terhadap mantan pejabat militer Jepang, Shigeru Iwasaki. Beijing mengambil langkah itu setelah Iwasaki terlibat sebagai penasihat pemerintah Taiwan.

 

Editor : EL

Berita Terkait

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week
Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026
Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia
Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS
Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Ahmadinejad Dilaporkan Masih Hidup Usai Isu Serangan
Iran Klaim Hadapi Konflik Total dengan AS dan Israel
Strasbourg Lolos Semifinal Piala Prancis
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:00 WIB

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week

Senin, 9 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026

Senin, 9 Maret 2026 - 13:00 WIB

Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:00 WIB

Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:00 WIB

Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain

Berita Terbaru