Bursa, Turki – Sorotbrita.com, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mendorong pengurus dan anggota serikat pekerja atau serikat buruh (SP/SB) memiliki minimal satu sertifikat kompetensi.
Yassierli menyampaikan imbauan tersebut saat berada di Bursa, Turki, Senin. Ia menilai sertifikat akan memperkuat peran serikat pekerja dalam meningkatkan produktivitas dan keselamatan kerja.
Menurut dia, anggota SP/SB perlu meningkatkan kapasitas di bidang produktivitas, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta hubungan industrial. Kompetensi tersebut akan membuat organisasi lebih profesional.
Saat ini, Kemnaker sudah menyediakan skema sertifikasi Ahli Produktivitas dan Ahli K3. Pemerintah juga menyiapkan skema Ahli Hubungan Industrial. Kemnaker menargetkan peluncuran program itu pada pertengahan 2026.
“Minimal setiap anggota punya satu sertifikat. Dengan begitu mereka lebih percaya diri dan terlihat profesional,” kata Yassierli.
Ia menambahkan, sertifikat membuka banyak peluang. Anggota serikat bisa menjadi narasumber, instruktur, atau konsultan. Mereka juga dapat membantu perusahaan meningkatkan kinerja.
Perkuat Kolaborasi Tiga Pihak
Yassierli juga mengajak serikat pekerja memperkuat kolaborasi dengan pemerintah dan pengusaha. Ia menilai kerja sama tiga pihak penting untuk menjawab tantangan dunia kerja.
Menurutnya, sinergi akan mempercepat transformasi produktivitas nasional. Kolaborasi itu juga dapat membangun ekosistem ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan.
KSPSI Tegaskan Komitmen Perjuangkan Kesejahteraan
Ketua Umum Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Jumhur Hidayat, menegaskan komitmen organisasinya.
Ia memastikan KSPSI terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja. Pada saat yang sama, organisasi juga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Jumhur menekankan pentingnya konsolidasi internal. Ia ingin seluruh jajaran siap menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah.
Dengan peningkatan kompetensi dan organisasi yang solid, serikat pekerja dapat berperan lebih besar dalam memperkuat daya saing tenaga kerja Indonesia.
Editor : EL
Sumber Berita: Antara New









