JAKARTA -Sorotbrita.com, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan sumber daya manusia (SDM), menurunkan angka stunting, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Ia menyampaikan komitmen tersebut saat menghadiri sesi roundtable Business Summit dalam kunjungan kerjanya di Washington, D.C., Amerika Serikat.
Pengalaman di Desa Ungkap Fakta Stunting
Prabowo menceritakan pengalamannya ketika mengunjungi sejumlah desa di Indonesia. Ia langsung berdialog dengan masyarakat dan menanyakan usia anak-anak yang ditemuinya.
Ia mengaku terkejut saat mengetahui beberapa anak yang terlihat berusia lima atau enam tahun ternyata sudah berusia sepuluh hingga dua belas tahun. Temuan itu memperkuat kesadarannya bahwa sekitar 25 persen anak Indonesia mengalami stunting atau gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis.
Menurutnya, kondisi tersebut menuntut langkah cepat dan terukur dari pemerintah.
Pemerintah Realokasikan Anggaran ke Program Prioritas
Untuk mempercepat penanganan stunting, pemerintah memangkas belanja yang tidak produktif dan menutup celah pengeluaran yang rawan penyalahgunaan. Prabowo kemudian mengalihkan anggaran tersebut ke program prioritas, terutama yang berkaitan dengan peningkatan kualitas gizi anak.
Ia menegaskan bahwa kebijakan ini bukan pemborosan, melainkan strategi penataan ulang sumber daya agar lebih efektif dan tepat sasaran.
Program Makan Bergizi Gratis Dorong Dampak Ekonomi
Prabowo menjadikan program makan bergizi gratis sebagai salah satu prioritas utama pemerintahannya. Ia meyakini program ini tidak hanya meningkatkan kesehatan anak, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional.
Riset dari Rockefeller Institute of Government menunjukkan bahwa setiap satu dolar yang pemerintah investasikan untuk makanan gratis anak berpotensi menghasilkan pengembalian berlipat dalam jangka panjang.
Program ini juga mendorong permintaan hasil pertanian, membuka lapangan kerja baru, dan meningkatkan konsumsi rumah tangga. Dengan cara itu, pemerintah memperkuat pertumbuhan ekonomi dari bawah.
Editor : EL









