Jakarta -Sorotbrita.com, Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Pramudya Iriawan Buntoro sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan. Penunjukan ini dilakukan setelah Anggoro Eko Cahyo memilih mundur karena menerima amanah baru memimpin Bank Syariah Indonesia (BSI).
Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 63/P Tahun 2025. Dengan demikian, Pramudya melanjutkan sisa masa jabatan direksi periode 2021–2026.
Latar Belakang Pendidikan yang Kuat
Sebelum berkarier panjang di BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya menempuh pendidikan Sarjana Matematika di Institut Teknologi Bandung (ITB). Setelah itu, ia melanjutkan studi Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Bekal akademis tersebut memperkuat kemampuan analisis dan manajerialnya. Selain itu, latar belakang matematika membantunya memahami pengelolaan risiko secara lebih terstruktur. Oleh karena itu, ia mampu menavigasi berbagai tantangan strategis di lembaga jaminan sosial.
Karier Strategis dan Transformasi Digital
Pramudya memulai kariernya sebagai Assistant Vice President. Selanjutnya, ia memegang posisi Deputi Direktur bidang Aktuaria dan Manajemen Risiko.
Kemudian, pada 19 Februari 2021, manajemen mengangkatnya sebagai Direktur Perencanaan Strategis dan Teknologi Informasi. Dalam peran tersebut, ia memimpin penyusunan arah kebijakan sekaligus mempercepat transformasi digital.
Bahkan, ia juga mendorong peningkatan transparansi laporan keuangan dan tata kelola. Hasilnya, BPJS Ketenagakerjaan meraih penghargaan dalam ajang Australasian Reporting Awards 2023. Dengan capaian itu, reputasi lembaga semakin menguat di tingkat internasional.
Perluasan Kepesertaan dan Kolaborasi
Memasuki Agustus 2024, jajaran direksi mempercayakan posisi Direktur Kepesertaan kepada Pramudya. Dalam jabatan tersebut, ia fokus memperluas jumlah peserta aktif. Selain itu, ia membangun kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah hingga sektor swasta.
Sementara itu, ia tetap menjaga kesinambungan program perlindungan sosial bagi pekerja formal maupun informal. Hingga akhirnya, Presiden menetapkannya sebagai Direktur Utama secara definitif.
Tantangan dan Arah Kepemimpinan ke Depan
Sebagai Direktur Utama, Pramudya menghadapi dinamika ketenagakerjaan yang terus berubah. Di satu sisi, ia perlu memperluas cakupan perlindungan. Di sisi lain, ia harus memastikan keberlanjutan dana jaminan sosial.
Editor : EL









