Sorotbrita.com, — Pengguna QRIS harus berhati-hati dengan kode QR palsu yang marak beredar. Penipu membuat QR meniru identitas pedagang, jenis barang, dan jumlah transaksi asli, sehingga korban bisa kehilangan uang tanpa menyadarinya.
Bank Indonesia Tegaskan Keamanan QRIS
Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, menegaskan bahwa QRIS mengikuti standar keamanan nasional dan praktik terbaik global.
“BI, ASPI, dan PJP rutin mengedukasi merchant agar mereka menjaga transaksi digital tetap aman,” ujar Filianingsih, dikutip Sabtu (21/2/2026).
Pedagang Perlu Bertindak Aktif
Pedagang harus mengambil langkah aktif untuk mencegah penipuan:
1. Memastikan QRIS tetap di bawah pengawasan mereka.
2. Mengawasi pembayaran melalui scan gambar atau mesin EDC.
3. Mengecek notifikasi setiap transaksi agar mereka yakin pembayaran diterima.
Tanggung Jawab Pembeli
Pembeli juga harus bertindak hati-hati:
– Scan QRIS yang memiliki identitas merchant benar.
– Memeriksa nama dan informasi pada QRIS sebelum membayar.
Filianingsih menekankan bahwa semua pihak harus waspada. BI, ASPI, PJP, pedagang, dan pembeli perlu bekerja sama untuk meminimalkan risiko penipuan QRIS.
“Jika semua pihak bertanggung jawab, kita bisa mengurangi kasus penipuan QRIS,” tutupnya.









