Sorotbrita.com — Tim peneliti berhasil mengidentifikasi spesies tokek berjari bengkok baru di Taman Nasional Kirirom, Kamboja. Temuan ini memperkuat posisi negara tersebut sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati di Asia Tenggara.(25/2/2026).
Para ilmuwan menamai spesies tersebut Cyrtodactylus kiriromensis, merujuk pada lokasi penemuannya di kawasan Kirirom.
Peneliti Ungkap Identitas Baru Tokek Cardamom
Tim ilmuwan mempublikasikan hasil riset mereka dalam jurnal ilmiah Zootaxa. Dalam penelitian itu, mereka menjelaskan bahwa kelompok tokek berjari bengkok di kawasan Pegunungan Cardamom ternyata terdiri atas beberapa spesies berbeda, bukan satu spesies tunggal seperti yang sebelumnya diperkirakan.
Peneliti melakukan observasi lapangan, menganalisis morfologi, serta membandingkan karakter fisik antarpopulasi. Hasil analisis tersebut menunjukkan perbedaan signifikan yang menegaskan statusnya sebagai spesies baru.
Habitat Alami di Hutan Semi-Evergreen
Tim menemukan tokek ini aktif pada malam hari. Mereka menjumpainya di batang pohon, pangkal pohon, bebatuan besar dekat aliran sungai, serta di jalur hutan.
Kawasan Kirirom memiliki ekosistem yang unik. Hutan pinus, hutan evergreen, hutan semi-evergreen, dan rumpun bambu mendominasi lanskap taman nasional tersebut. Kondisi lingkungan ini menyediakan tempat berlindung sekaligus sumber pakan bagi berbagai satwa liar, termasuk spesies tokek baru ini.
Kawasan Lindung Jadi Kunci Konservasi
Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja menegaskan bahwa keberadaan kawasan lindung berperan penting dalam menjaga tutupan hutan dan habitat alami. Pemerintah terus mendorong upaya perlindungan untuk memastikan kelestarian sumber daya alam.
Organisasi konservasi Wild Earth Allies juga menilai penelitian lapangan harus terus berlanjut. Para peneliti meyakini masih banyak spesies di Kamboja yang belum terdokumentasi secara ilmiah, bahkan di taman nasional yang sudah dikenal luas seperti Kirirom.
Cardamom, Pusat Keanekaragaman Hayati Asia Tenggara
Pegunungan Cardamom menyimpan beragam flora dan fauna endemik. Wilayah ini menarik perhatian komunitas ilmiah internasional karena kekayaan biodiversitasnya.
Editor : EL









