Jakarta-Sorotbrita.com ,Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan sejumlah sektor usaha Indonesia masih menghadapi ancaman tarif dagang tinggi dari Amerika Serikat.
Pemerintah Indonesia terus melanjutkan negosiasi dengan pemerintah AS. Pemerintah menargetkan penurunan tarif dari 32% menjadi 19%.
Namun, Airlangga menyebut lima sektor sulit menghindari tarif tinggi. Sektor tersebut meliputi tekstil, produk tekstil, sepatu, garmen, dan elektronik.
Kebijakan tarif AS langsung menyasar produk ekspor dari sektor-sektor tersebut. Kondisi ini membuat risikonya semakin besar.
“Risiko tertinggi ada di sektor tekstil, produk tekstil, sepatu, garmen, dan elektronik,” kata Airlangga di Jakarta, Rabu (14/1/2026).
Airlangga menyampaikan laporan itu kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia melaporkannya dalam rapat di Hambalang.
Presiden Prabowo kemudian meminta jajaran ekonomi menyusun peta jalan industri. Presiden ingin sektor terdampak tetap bertahan.
Pemerintah kini fokus mencari pasar ekspor baru. Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada pasar AS.
Pemerintah mendorong kerja sama dagang dengan Uni Eropa melalui EU-CEPA. Perjanjian ini diperkirakan mulai berlaku pada 2027.
Selain itu, pemerintah menyiapkan target ekspor jangka panjang. Pemerintah menargetkan ekspor naik dari US$ 4 miliar menjadi US$ 40 miliar dalam 10 tahun.
Pemerintah juga memperkuat rantai nilai industri tekstil. Langkah ini bertujuan meningkatkan daya saing nasional.
Editor : EL









