Sorotbrita.com -Runtuhan mendadak di tempat pembuangan akhir Kota Cebu memicu operasi pencarian intensif.
Operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung di tempat pembuangan akhir Kota Cebu, Filipina. Secara tiba-tiba, gunungan sampah, tanah, dan puing bangunan runtuh lalu menimpa fasilitas pengelolaan limbah serta para pekerja.
Akibat insiden tersebut, dua orang meninggal dunia. Selain itu, belasan pekerja mengalami luka-luka dan puluhan lainnya masih belum.
Longsoran Datang Tanpa Tanda Bahaya
Peristiwa longsor terjadi di Desa Binaliw, Kota Cebu. Saat kejadian, tumpukan sampah menghantam kantor dan gudang pemilahan limbah ketika aktivitas kerja masih berlangsung.
Sepanjang malam, tim penyelamat berhasil mengevakuasi 13 pekerja dalam kondisi hidup. Dalam perjalanan menuju rumah sakit, satu korban tidak tertolong. Beberapa jam setelahnya, tim menemukan satu korban tewas lainnya di area longsoran.
Pencarian Masih Berlangsung
Hingga Sabtu (10/1/2026), tim respons terus mencari sekitar 36 pekerja yang tertimbun longsoran. Para korban tercatat sebagai karyawan fasilitas pembuangan dan pengelolaan sampah tersebut.
Direktur Kepolisian Regional, Brigadir Jenderal Roderick Maranan, menyatakan luka serius menyebabkan salah satu korban selamat tidak mampu bertahan.
“Korban meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit, sementara korban lainnya kini menjalani perawatan medis,” ujar Maranan.
Kesaksian Penyintas
Jaylord Antigua (31), pegawai kantor di lokasi tersebut, mengungkapkan longsoran terjadi sangat cepat meski cuaca cerah.
Tanpa peringatan, gunungan sampah menghancurkan kantor tempat ia bekerja.
Dengan sisa tenaga, Antigua merangkak keluar dari bawah puing-puing bangunan dan mengalami memar di wajah serta lengan.
“Saya melihat cahaya dan langsung bergerak ke arah sana karena takut longsoran susulan,” kata Antigua.
“Peristiwa ini sangat traumatis dan terasa seperti kesempatan hidup kedua.”
Insinyur Muda Termasuk Korban
Wali Kota Cebu, Nestor Archival, mengonfirmasi salah satu korban tewas merupakan insinyur berusia 25 tahun yang bekerja di fasilitas tersebut. Tim penyelamat menemukan jenazah korban pada Jumat sore.
Sekitar 110 orang bekerja di fasilitas pengelolaan sampah tersebut.
Editor : EL









