Dedi Mulyadi Usulkan Penghentian Sementara Bandara Kertajati

Gubernur Jawa Barat menilai biaya operasional yang besar tidak sebanding dengan manfaat ekonomi yang dihasilkan bandara.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotbrita.com — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penghentian sementara operasional Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Ia menilai bandara tersebut menyedot anggaran besar tanpa memberi dampak ekonomi yang sebanding bagi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat setiap tahun mengalokasikan sekitar Rp100 miliar untuk membiayai operasional Kertajati. Namun, hingga kini bandara itu belum mampu menunjukkan kinerja bisnis yang kuat.

 

APBD Terus Menanggung Beban Operasional

Dedi menegaskan, Pemprov Jabar tidak bisa terus membiayai bandara jika kontribusi ekonominya belum jelas. Ia menilai ketergantungan Kertajati terhadap APBD mencerminkan pengelolaan yang tidak sehat.
Ia pun mempertanyakan alasan mempertahankan operasional bandara dalam kondisi tersebut.

“Kita terus membiayai, tapi hasilnya tidak terlihat. Kalau begitu, kenapa tidak setop dulu?” ujar Dedi saat berdialog dengan Kepala Bappeda Jawa Barat, dikutip dari kanal YouTube resmi, Senin (5/1/2026).

Baca Juga :  Prabowo Targetkan 60 Ribu Koperasi Merah Putih Aktif

 

Anggaran Besar Habis untuk Manajemen

Dedi menjelaskan, hampir separuh anggaran tahunan Kertajati terserap untuk biaya manajemen dan operasional rutin. Namun, menurutnya, pengelola belum mampu menghadirkan output ekonomi yang nyata.
“Manajemennya kita gaji, operasionalnya kita biayai, tapi bandara ini belum menghasilkan apa-apa,” tegas mantan Bupati Purwakarta tersebut.

 

Dedi Tolak Skema Penerbangan Umrah Berbasis ASN

Selain itu, Dedi merespons usulan pemanfaatan Kertajati sebagai basis penerbangan umrah. Ia menolak skema yang mengandalkan kewajiban aparatur sipil negara (ASN) sebagai penumpang demi menghidupkan bandara.

Baca Juga :  Pramono Resmikan Waduk di Cilangkap, Genangan Kini Berkurang

Menurut Dedi, skema tersebut tidak mencerminkan prinsip bisnis yang berkelanjutan.

“Kalau hari ini kita terbangkan ASN, besok mau pakai cara apa lagi? Bandara tidak boleh hidup karena perintah,” ujarnya.
Ia menegaskan, bandara harus tumbuh karena kebutuhan pasar, bukan karena kebijakan administratif.

 

Investasi Besar, Aktivitas Masih Sepi

Presiden Joko Widodo meresmikan Bandara Kertajati di Kabupaten Majalengka pada 24 Mei 2018. Pemerintah membangun bandara tersebut dengan nilai investasi sekitar Rp2,6 triliun.

Saat peresmian, Presiden Jokowi menargetkan Kertajati sebagai motor pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Barat. Ia juga sempat menyampaikan optimisme terhadap minat investor asing.

Editor : EL

Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Januari 2026 - 13:00 WIB

Dedi Mulyadi Usulkan Penghentian Sementara Bandara Kertajati

Berita Terbaru