Tingkat konsumsi sayur dan buah di kalangan remaja masih tergolong rendah dan menjadi perhatian di bidang kesehatan. Banyak remaja lebih memilih makanan cepat saji dan minuman manis dibandingkan mengonsumsi sayur dan buah yang kaya akan vitamin serta serat.
Menurut tenaga kesehatan, kebiasaan makan yang tidak seimbang dapat berdampak buruk bagi kesehatan remaja, seperti menurunnya daya tahan tubuh, gangguan pencernaan, hingga meningkatnya risiko penyakit tidak menular di kemudian hari. Padahal, konsumsi sayur dan buah sangat penting untuk mendukung pertumbuhan, perkembangan, dan konsentrasi belajar remaja.
Faktor gaya hidup modern, kurangnya edukasi gizi, serta pengaruh lingkungan menjadi penyebab utama rendahnya konsumsi sayur dan buah. Selain itu, masih banyak remaja yang menganggap sayur dan buah kurang menarik dibandingkan makanan olahan yang praktis dan memiliki rasa kuat.
Pemerintah dan sekolah terus berupaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang melalui program edukasi kesehatan, kampanye makan sehat, serta penyediaan makanan bergizi di lingkungan sekolah. Peran keluarga juga dinilai sangat penting dalam membentuk kebiasaan makan sehat sejak dini.
Dengan kerja sama antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, diharapkan remaja dapat mulai membiasakan diri mengonsumsi sayur dan buah secara rutin. Langkah ini penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat, produktif, dan berdaya saing di masa depan.(EL)









