Sorotbrita.com -Turis asal Timur Tengah atau Arab semakin gemar berwisata ke Indonesia. Mereka memilih daerah berhawa sejuk dan destinasi yang menawarkan kenyamanan serta fasilitas mewah. Kawasan Jawa Barat, seperti Puncak Bogor dan Bandung, menjadi tujuan utama selain Lombok di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Durasi Liburan Panjang dan Pengeluaran Fantastis
Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, menyebut turis Arab rata-rata menghabiskan waktu liburan sekitar 13,4 hari di Indonesia. Dalam satu kali kunjungan, pengeluaran mereka bisa mencapai 2.000 dolar AS atau sekitar Rp 33 juta.
“Mereka tidak mempermasalahkan pengeluaran. Mereka suka berbelanja dan menyukai kemewahan,” ujar Made saat dihubungi Kompas.com beberapa waktu lalu.
Akomodasi dan Kuliner Jadi Pengeluaran Terbesar
Menurut Made, turis Arab paling banyak mengalokasikan anggaran untuk akomodasi dan kuliner. Setelah itu, pengeluaran mereka mengalir ke transportasi lokal, sewa kendaraan, belanja, hiburan, layanan kesehatan, hingga paket wisata.
Hotel Bintang Empat dan Lima Jadi Pilihan Utama
Ketua ASITA Jawa Barat, Daniel G Nugraha, menegaskan bahwa turis Arab sangat selektif dalam memilih tempat menginap. Mereka hampir selalu memilih hotel bintang empat dan lima, terutama saat berlibur bersama keluarga.
“Biasanya mereka dari Jakarta ke Puncak selama lima hari, lalu lanjut tiga hari di Bandung. Mereka menginap di hotel berbintang atau apartemen,” kata Daniel.
Vila dan Resor Air Panas di Ciater Diminati
Selain hotel mewah, turis Arab juga kerap memilih vila dan resor di kawasan Ciater, Subang. Kehadiran pemandian air panas menjadi daya tarik utama bagi wisatawan Timur Tengah yang menginginkan relaksasi maksimal.
Lombok Jadi Destinasi Luxury Tourism Halal
Saat berwisata ke NTB, khususnya Lombok, turis Arab cenderung memburu wisata mewah berbasis halal. Lombok menawarkan kombinasi resor eksklusif, pantai indah, serta fasilitas ramah Muslim yang lengkap.
Editor : EL









