Budaya dan Persatuan Hidup dalam Kenduri Sko Kerinci

Gubernur Jambi dan kepala daerah disambut hangat oleh Bupati Kerinci dan tokoh adat.

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 25 Januari 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KERINCI – Sorotbrita.com,Tradisi sakral Kenduri Sko/Manggien Ninik Mamak Luhah Depati Intan Siulak Mukai berlangsung meriah di Lapangan Bola Kaki Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Siulak Mukai, Sabtu (24/1/2026). Gubernur Jambi, Dr. H. Al Haris, S.Sos., MH, datang langsung untuk menyaksikan rangkaian acara.

Selain itu, hadir Wali Kota Sungai Penuh Alfin, Bupati Sarolangun Hurmin, dan Wakil Bupati Batanghari Bakhtiar, bersama jajaran pemerintah provinsi dan kabupaten.

Sambutan Hangat Pemimpin Daerah

Bupati Kerinci Monadi, S.Sos., M.Si, bersama Wakil Bupati H. Murison menyambut tamu kehormatan. Selanjutnya, para Depati, Ninik Mamak, dan Anak Batin Luhah Depati Intan mendampingi tamu dalam prosesi adat. Prosesi ini menekankan kehormatan dan persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Bupati Kerinci Resmi Lepas Dandim 0417/Kerinci

Prosesi Adat Penuh Makna

Acara dimulai dengan pertemuan para Depati dan Ninik Mamak di Rumah Gedang Depati Intan. Kemudian, mereka bergerak menuju lapangan utama. Setibanya di lokasi, tamu menyaksikan Tari Persembahan dan Tari Sekapur Sirih, kemudian atraksi Pencak Silat menambah khidmat suasana.

Pesan Moral dari Bupati

Dalam sambutannya, Bupati Monadi menekankan bahwa Kenduri Sko mengajarkan gotong royong, sopan santun, dan rasa hormat antarwarga. Ia menambahkan, adat ini membimbing pembangunan daerah karena menjadi pondasi moral masyarakat.

Baca Juga :  Panen Raya Jagung Koto Tengah Dongkrak Perekonomian Masyarakat Desa

“Adat bersendi syara’, syara’ bersendi Kitabullah. Adat memberi arah dan makna bagi kemajuan daerah,” ujar Monadi.

Peran Adat Menurut Gubernur

Gubernur Al Haris menyatakan, masyarakat dapat menyelesaikan masalah melalui musyawarah adat sebelum dibawa ke aparat hukum. Dengan demikian, adat tidak hanya menjaga keadilan, tetapi juga memperkuat persatuan sosial.

“Ketika adat ditegakkan secara adil, stabilitas sosial terjaga. Hal ini mendukung penegakan hukum dan pembangunan daerah,” tambah Al Haris.

Editor : EL

Berita Terkait

DLH Kerinci Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Komprehensif dan Terintegrasi
Panen Raya Jagung Koto Tengah Dongkrak Perekonomian Masyarakat Desa
Panen Raya Jagung, Desa Koto Tengah Maju
Bupati Kerinci Perkuat Sinergi Pusat untuk Wujudkan Kerinci Bersih
Imigrasi Kerinci Luncurkan Eazy Paspor di Bangko”
DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Ucapkan Selamat Ramadhan
Koramil 07/Kayu Aro Pimpin Upacara Bendera Kodim 0417/Kerinci
SD N 20/III Pasar Tamiai Sambut Ramadan 1447 H
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 20:15 WIB

DLH Kerinci Dorong Sistem Pengelolaan Sampah Komprehensif dan Terintegrasi

Senin, 16 Maret 2026 - 07:00 WIB

Panen Raya Jagung, Desa Koto Tengah Maju

Sabtu, 28 Februari 2026 - 16:00 WIB

Bupati Kerinci Perkuat Sinergi Pusat untuk Wujudkan Kerinci Bersih

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:47 WIB

Imigrasi Kerinci Luncurkan Eazy Paspor di Bangko”

Kamis, 19 Februari 2026 - 16:05 WIB

DPD IWOI Sungai Penuh–Kerinci Ucapkan Selamat Ramadhan

Berita Terbaru