Trenggalek –Sorotbrita.com, Pemerintah Kabupaten Trenggalek merencanakan alih fungsi Terminal Tipe C Durenan menjadi pusat layanan publik dan kawasan penyangga wisata. Rencana ini muncul karena aktivitas angkutan umum di terminal tersebut terus menurun.
Kepala Bidang Angkutan Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPKPP) Trenggalek, Budi Supriyanto, menyebut pemerintah ingin mengoptimalkan aset daerah agar tetap bermanfaat bagi masyarakat.
“Minat masyarakat terhadap angkutan umum menurun. Akibatnya, aktivitas di Terminal Durenan kini relatif sepi,” kata Budi, Kamis.
Terminal Durenan berada di Desa Ngadisuko, Kecamatan Durenan. Lokasinya strategis karena berada di jalur penghubung menuju kawasan wisata Prigi, Kecamatan Watulimo, melalui Kabupaten Tulungagung.
Pemkab Trenggalek merancang terminal tersebut sebagai pusat layanan publik. Pemerintah menyiapkan layanan administrasi kependudukan, perizinan usaha, serta fasilitas pendukung bagi pelaku UMKM.
Selain itu, terminal juga akan mendukung sektor pariwisata. Pemerintah memproyeksikan lokasi tersebut sebagai titik singgah wisatawan dan ruang promosi produk lokal. Terminal ini juga akan mendukung mobilitas menuju destinasi wisata pesisir.
Namun, pemerintah masih menunggu kepastian skema pemanfaatan lahan. Terminal Durenan berdiri di atas aset desa dengan perjanjian kerja sama yang berlaku hingga 2030.
Sementara itu, terminal tetap beroperasi secara terbatas. Saat ini, terminal melayani angkutan kota, angkutan pedesaan, dan kendaraan angkutan barang.
Budi menambahkan, Trenggalek memiliki lima terminal tipe C. Terminal tersebut berada di Kecamatan Trenggalek, Pule, Panggul, Kampak, dan Durenan. Pada 2025, realisasi retribusi terminal melampaui target pemerintah daerah.
Editor : EL









