Motif Pelajar Pelaku Ledakan SMAN 72 Jakarta Terungkap

Polisi menyebut tekanan psikologis akibat perundungan menjadi pemicu utama.

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta –Sorotbrita.com, Kepolisian mengungkap motif pelajar yang terlibat dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Pelaku yang merupakan anak berhadapan dengan hukum (ABH) mengaku nekat melakukan aksinya karena sakit hati akibat perlakuan buruk dari lingkungan sekolah.

Insiden tersebut terjadi pada Jumat (7/11/2025). Ledakan itu melukai 96 orang, dengan tiga korban mengalami luka berat. Tim medis terus memberikan perawatan kepada para korban.

Pelaku Akui Alami Pengucilan dan Ejekan

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan polisi telah memeriksa ABH secara menyeluruh. Dalam pemeriksaan, pelaku mengaku sering merasa dikucilkan oleh teman-temannya di sekolah.

Baca Juga :  Hujan Musim Dingin Eropa Utara Meningkat Tajam

“Anak menyampaikan bahwa ia merasa sakit hati terhadap lingkungan sekolah karena sejumlah teman kerap mengucilkan dirinya,” kata Budi kepada wartawan, Kamis (5/2).

Pelaku juga mengungkapkan bahwa teman-temannya sering mengejek dan memanggilnya dengan sebutan yang merendahkan. Ia menyebut perlakuan tersebut telah berlangsung sejak SMP dan berlanjut hingga SMA.

Tekanan Psikologis Picu Tindakan Berbahaya

Menurut keterangan polisi, ejekan yang berulang membuat pelaku merasa tertekan dan marah. Tekanan psikologis itu akhirnya mendorong pelaku mengambil tindakan ekstrem yang membahayakan banyak orang.

Baca Juga :  Polri Tangkap Buronan Interpol Kasus TPPO di Bali

“Ejekan yang menyasar penampilan dan kondisi pribadi membuat anak merasa tertekan. Dari situ muncul kemarahan yang memicu aksi tersebut,” jelas Budi.

Polisi Tangani Kasus Sesuai Aturan Peradilan Anak

Saat ini, pelaku menjalani proses hukum sesuai dengan ketentuan peradilan anak. Polisi menegaskan bahwa penanganan kasus ini tetap mengutamakan perlindungan anak serta pendampingan psikologis.

Polisi juga mengimbau sekolah dan masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap kasus perundungan di lingkungan pendidikan agar kejadian serupa tidak terulang.

Editor : EL

Berita Terkait

Angkatan Laut Thailand Tembak Kapal Pukat Ilegal Malaysia”
Ular Sanca 5 Meter Dievakuasi dari Rumah Kontrakan Bogor
Pria Bogor Selatan Meninggal Saat Perbaiki Genteng Bocor
Insiden Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Berakhir Damai
“Sembilan Wisatawan Selamat di Air Terjun Sarasah Barasok”
KM Cahaya Intan Tenggelam, Semua Penumpang Selamat
Hujan Musim Dingin Eropa Utara Meningkat Tajam
Pesawat Smart Air Ditembak di Boven Digoel, Dua Pilot Meninggal
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 09:00 WIB

Angkatan Laut Thailand Tembak Kapal Pukat Ilegal Malaysia”

Senin, 23 Februari 2026 - 06:00 WIB

Ular Sanca 5 Meter Dievakuasi dari Rumah Kontrakan Bogor

Senin, 23 Februari 2026 - 05:00 WIB

Pria Bogor Selatan Meninggal Saat Perbaiki Genteng Bocor

Kamis, 19 Februari 2026 - 13:15 WIB

Insiden Tabrak Pagar Rumah Jusuf Kalla Berakhir Damai

Rabu, 18 Februari 2026 - 18:00 WIB

“Sembilan Wisatawan Selamat di Air Terjun Sarasah Barasok”

Berita Terbaru