PEMALANG-Sorotbrita.com, Tim SAR menghentikan operasi pencarian Syafiq Ridhan Ali Razan (18), pendaki asal Magelang yang hilang di Gunung Slamet sejak 28 Desember 2025. Tim menutup operasi pada Rabu (7/1/2026) setelah pencarian selama 10 hari tidak menemukan hasil.
Tim SAR memperpanjang masa pencarian selama dua hari dari ketentuan standar. Namun hingga hari terakhir, petugas tetap tidak menemukan petunjuk yang mengarah pada keberadaan Syafiq.
Kepala Desa Clekatakan, Sutrisno, menyampaikan bahwa penghentian operasi telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP) SAR nasional. Meski demikian, keluarga korban dan warga setempat tetap melanjutkan pencarian secara mandiri.
“Operasi SAR resmi berhenti hari ini sesuai SOP. Namun relawan dan tim Basecamp Dipajaya tetap melakukan pencarian. Kami meminta doa dari semua pihak agar upaya lanjutan ini membuahkan hasil,” kata Sutrisno, Kamis (8/1/2026).
Pada hari terakhir operasi resmi, tim SAR mengerahkan empat Search and Rescue Unit (SRU). Petugas menyisir jalur dari Pos 4 ke arah bawah, mengikuti perkiraan rute yang kemungkinan korban tempuh saat mencari pertolongan.
“Sampai hari ke-10, tim tidak menemukan tanda apa pun yang mengarah pada posisi korban di jalur pencarian,” ujar Sutrisno.
Sebelumnya, Syafiq Ridhan Ali Razan melakukan pendakian cepat (tektok) bersama rekannya, Himawan Choidar Bahran, melalui jalur Dipajaya pada Sabtu (27/12/2025). Setelah Syafiq menghilang, tim gabungan SAR, relawan, dan warga langsung menyisir sejumlah titik rawan di Gunung Slamet.
Editor : EL









