11 SPBU di Thailand Selatan Meledak, Empat Orang Terluka

Ketegangan lintas selat meningkat, dunia internasional soroti potensi dampak keamanan dan ekonomi global

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 12 Januari 2026 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta – Sorotbrita. com,Serangan bom mengguncang Thailand selatan pada Minggu dini hari. Ledakan terjadi hampir bersamaan dan membakar 11 SPBU di Narathiwat, Pattani, dan Yala. Militer Thailand menyebut bom meledak dalam rentang 40 menit setelah tengah malam.

Akibat serangan ini, empat orang terluka, termasuk seorang polisi, petugas pemadam kebakaran, dan dua karyawan SPBU. Seluruh korban dirawat di rumah sakit dan tidak mengalami luka serius. Aparat masih menyelidiki pelaku dan motif serangan tersebut.

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menilai aksi itu sebagai sinyal yang bertepatan dengan pemilihan administrator lokal. Aparat keamanan meningkatkan pengamanan di wilayah rawan.

 

Baca Juga :  China Tegaskan Reunifikasi sebagai Harga Mati, Taiwan Kukuh Pertahankan Kedaulatan

Pernyataan militer Thailand menyebutkan, sejumlah bom meledak dalam kurun waktu sekitar 40 menit setelah tengah malam.

Ledakan itu terjadi di tiga provinsi selatan, yakni Narathiwat, Pattani, dan Yala, wilayah yang selama ini rawan konflik.

Gubernur Narathiwat, Boonchauy Homyamyen, menjelaskan bahwa sekelompok pria yang belum diketahui jumlahnya mendatangi lokasi dan meledakkan bom yang merusak pompa bahan bakar di SPBU.

“Para pelaku datang dan langsung meledakkan bom di SPBU,” ujar Boonchauy kepada media lokal.

Akibat serangan tersebut, seorang polisi terluka di Narathiwat. Sementara itu, seorang petugas pemadam kebakaran dan dua karyawan SPBU mengalami luka di provinsi Pattani. Seluruh korban langsung menjalani perawatan di rumah sakit. Juru bicara militer Thailand memastikan tidak ada korban yang mengalami luka serius.

Baca Juga :  Iran Tutup Wilayah Udara, Penerbangan Air India ke AS Terganggu

 

Hingga kini, aparat keamanan belum mengumumkan penangkapan maupun mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, menilai serangan itu sebagai bentuk sinyal politik yang bertepatan dengan pemilihan administrator lokal yang berlangsung pada hari yang sama. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut tidak mengarah pada eskalasi pemberontakan besar.

Sementara itu, Komandan Militer Thailand Selatan, Narathip Phoynok, langsung memerintahkan peningkatan pengamanan ke tingkat maksimum. Aparat memperketat penjagaan di pos pemeriksaan jalan, kawasan publik, hingga wilayah perbatasan.

Editor : EL

Berita Terkait

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week
Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026
Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia
Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS
Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Ahmadinejad Dilaporkan Masih Hidup Usai Isu Serangan
Iran Klaim Hadapi Konflik Total dengan AS dan Israel
Strasbourg Lolos Semifinal Piala Prancis
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:00 WIB

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week

Senin, 9 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026

Senin, 9 Maret 2026 - 13:00 WIB

Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:00 WIB

Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:00 WIB

Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain

Berita Terbaru