Iran Tuduh AS dan Israel Kirim ISIS ke Dalam Negeri

Iran melayangkan tuduhan terhadap AS dan Israel terkait dugaan pengiriman ISIS ke wilayahnya.

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotbrita.com – Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mengirim anggota kelompok teroris ISIS (Daesh) ke wilayahnya. Iran menilai langkah itu bertujuan menyerang warga sipil dan aparat keamanan.

Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Abdolrahim Mousavi, menyampaikan tuduhan tersebut pada Selasa (13/1/2026).

Anadolu Agency melaporkan pernyataan itu.
Mousavi menyebut Washington dan Tel Aviv mengambil langkah tersebut setelah gagal dalam apa yang ia sebut sebagai “perang 12 hari” melawan Iran. Ia menilai kedua negara itu menggunakan ISIS sebagai alat untuk menciptakan kekacauan.

Menurut Mousavi, para anggota ISIS bertindak sebagai tentara bayaran. Mereka menargetkan masyarakat sipil dan aparat keamanan.

Baca Juga :  Kapal Perusak AS Tingkatkan Kehadiran di Laut Merah”

“Iran tidak akan mentolerir pelanggaran kedaulatan dan integritas wilayahnya,” kata Mousavi.

Ia menegaskan aparat keamanan telah bersikap menahan diri saat menghadapi aksi protes. Namun, Iran tidak akan membiarkan kelompok teroris beroperasi di jalanan.

Hingga kini, Amerika Serikat dan Israel belum menanggapi tuduhan tersebut.

Iran saat ini menghadapi gelombang protes anti-pemerintah. Aksi itu berlangsung sejak sebulan terakhir. Warga memprotes kondisi ekonomi yang terus memburuk.

Nilai tukar rial terus melemah. Mata uang itu dilaporkan menyentuh 145.000 per dolar AS. Kondisi tersebut memicu lonjakan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga :  Manchester City Taklukkan Newcastle 2-0 di Semifinal Carabao Cup

Sejumlah pejabat Iran sebelumnya juga menuding AS dan Israel mendukung kelompok yang mereka sebut sebagai “perusuh bersenjata”.

Pemerintah Iran belum merilis data resmi korban. Namun, Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia (HRANA) melaporkan sedikitnya 646 orang tewas. Korban termasuk demonstran dan aparat keamanan.

HRANA juga mencatat lebih dari 1.000 orang luka-luka. Selain itu, aparat menahan sedikitnya 10.721 orang di 585 lokasi. Penangkapan terjadi di 186 kota di seluruh 31 provinsi Iran.

Editor : EL

Berita Terkait

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week
Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026
Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia
Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS
Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain
Ahmadinejad Dilaporkan Masih Hidup Usai Isu Serangan
Iran Klaim Hadapi Konflik Total dengan AS dan Israel
Strasbourg Lolos Semifinal Piala Prancis
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 18:00 WIB

Bryan Johnson Debut di Paris Fashion Week

Senin, 9 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jadwal Mekar Sakura Jepang 2026

Senin, 9 Maret 2026 - 13:00 WIB

Juventus Bungkam Pisa 4-0, Tetap di Posisi 6 Liga Italia

Senin, 9 Maret 2026 - 09:00 WIB

Wang Yi Kutuk Perang, Serukan Dialog dengan AS

Jumat, 6 Maret 2026 - 13:00 WIB

Newcastle Tumbangkan MU 2-1 Meski Bermain dengan 10 Pemain

Berita Terbaru