Jakarta –Sorotbrita.com,Pemerintah menegaskan ekspor kelapa masih berjalan dan belum merencanakan penghentian, termasuk menjelang Ramadan. Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyatakan harga kelapa saat ini masih stabil dan tidak menimbulkan tekanan di pasar.
Sudaryono menyampaikan pernyataan tersebut saat ditemui di Jakarta Selatan, Senin (12/1/2025). Ia menilai kondisi pasar kelapa masih sehat sehingga pemerintah belum perlu mengambil langkah pembatasan.
Harga Kelapa Stabil Sejak Lebaran Tahun Lalu
Sudaryono menjelaskan bahwa tren harga kelapa yang baik tidak hanya muncul saat ini. Ia mengingatkan bahwa kondisi serupa juga terjadi pada periode Lebaran tahun lalu.
“Harga kelapa itu bagus, bukan hanya sekarang. Saat Lebaran tahun lalu juga bagus,” ujar Sudaryono.
Ia menambahkan, harga yang bagus tidak selalu berarti mahal bagi konsumen. Harga tersebut justru memberikan keuntungan yang layak bagi petani.
Petani Kelapa Ikut Menikmati Harga yang Baik
Menurut Sudaryono, masyarakat menanam sebagian besar tanaman kelapa di Indonesia. Karena itu, ia mendorong agar petani dapat menikmati hasil panen dengan harga yang menguntungkan.
“Hampir semua yang menanam kelapa itu rakyat. Jadi biarkan rakyat menikmati hasil panennya dengan harga yang baik,” jelasnya.
Atas dasar itu, Kementerian Pertanian belum melihat alasan untuk menghentikan ekspor kelapa. “Untuk sementara, kami belum merencanakan penyetopan ekspor,” tegas Sudaryono.
Kemenperin Dorong Moratorium Ekspor Kelapa Bulat
Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mengajukan usulan moratorium ekspor kelapa bulat selama tiga hingga enam bulan.
Kemenperin mengajukan usulan tersebut karena industri pengolahan kelapa kekurangan bahan baku.
Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menyebut kekurangan pasokan telah mengganggu aktivitas industri dan mendorong pengurangan tenaga kerja.
Ia menilai moratorium dapat membantu menstabilkan pasokan dalam jangka pendek sambil memperbaiki tata kelola komoditas kelapa.
Editor : EL









