Jakarta– Sorotbrita.com,Indonesia AirAsia menutup 2025 dengan hampir 6 juta penumpang. Maskapai berbiaya hemat ini memanfaatkan tren pemulihan industri penerbangan dan pariwisata dengan mengoptimalkan rute domestik dan internasional seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan wisatawan asing.
“Sepanjang 2025, Indonesia AirAsia melayani sekitar 5,9 juta penumpang di jaringan domestik dan internasional. Jika digabungkan dengan kinerja AirAsia Group di Indonesia, total penumpang mencapai 9,3 juta orang,” kata Plt. Direktur Utama Indonesia AirAsia, Achmad Sadikin Abdurachman, saat Business Update 2026 di Artikel Senayan, Senin (19/1/2026).
Pasar internasional memberi kontribusi besar, terutama wisatawan dari Asia-Pasifik. Malaysia menyumbang 40% penumpang, diikuti Australia 11%, Tiongkok 9%, India 6%, dan Singapura 3%. Sisanya datang dari berbagai negara lain.
“Wisatawan Malaysia mendominasi karena jarak dekat, frekuensi penerbangan tinggi, dan jaringan kota yang luas. Kondisi ini sejalan dengan upaya pemerintah mendorong wisatawan asing ke berbagai destinasi di Indonesia,” ujar Achmad.
Indonesia AirAsia mengoperasikan 23 rute internasional dan 11 rute domestik, fokus di kota-kota utama seperti Jakarta, Surabaya, Bali, dan Medan. Maskapai juga memperkenalkan konsep Fly-Thru, yang memungkinkan penumpang melanjutkan perjalanan ke berbagai destinasi di Indonesia melalui satu titik transit. Skema ini mempermudah wisatawan sekaligus mendukung konektivitas ke wilayah Indonesia Timur.
Pada puncak liburan Natal dan Tahun Baru 2025/2026, Indonesia AirAsia menyesuaikan frekuensi penerbangan untuk memenuhi lonjakan permintaan. Dari 18 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026, maskapai melayani sekitar 481 ribu penumpang dari kapasitas 550 ribu kursi, dengan tingkat keterisian 85%. Maskapai juga menjalankan lebih dari 3.000 penerbangan menggunakan 24 pesawat aktif dan satu pesawat cadangan.
Editor : EL









