Jakarta –Sorotbrita.com, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mencapai 5,1%-5,2%, sedikit lebih rendah dari proyeksi awal pemerintah.
Sementara itu, Purbaya mengatakan kepada media di Wisma Danantara bahwa pertumbuhan tahun fiskal 2025 akan mendekati angka tersebut. “Mendekati 5,2… 5,1 berapa gitu,” ujarnya, Minggu (1/2/2026).
Pemerintah tetap optimistis terhadap kinerja ekonomi nasional pada 2026. APBN 2026 menargetkan pertumbuhan 5,4%, dan Purbaya bercanda akan meminta hadiah kepada Presiden jika ekonomi berhasil tumbuh 6%. “Di APBN 5,4% saya akan dorong ke 6%, kalau dapat 6% saya minta hadiah ke Presiden, [Prabowo] traktir lah,” katanya.
Selain itu, Purbaya memprediksi kuartal IV 2025 tidak akan mencapai target awal 5,7%-6%. Ia memperkirakan pertumbuhan 5,45%. “Kira-kira 5,45 kalau nggak ada perubahan. Di bawah janji saya tapi masih lebih tinggi dibanding triwulan sebelumnya,” tambahnya.
Capaian ini tetap lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya: kuartal I 2025 4,87%, kuartal II 5,12%, dan kuartal III 5,04%.
Sementara itu, Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi 2026-2027 akan meningkat. Gubernur BI Perry Warjiyo memprediksi ekonomi 2026 tumbuh 4,9%-5,7%, dengan titik tengah 5,3%, lebih tinggi dari kisaran 2025, yaitu 4,7%-5,5%.
Perry juga mendorong pelaku ekonomi, terutama perbankan dan dunia usaha, untuk lebih agresif dan tidak menunggu atau “wait and see.” Oleh karena itu, ia memperkirakan tren penguatan ekonomi berlanjut pada 2027, dengan pertumbuhan 5,1%-5,9% dan titik tengah 5,5%.
Selain pertumbuhan, Perry menegaskan BI dan pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas harga. Ia memproyeksikan inflasi 2026-2027 tetap terkendali di level 2,5%, dengan kisaran ±1%.
Editor : EL









