Sorotbrita.com – Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menargetkan 300.000 lanjut usia (lansia) masuk sebagai penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia memprioritaskan lansia berusia 75 tahun ke atas yang hidup sendiri, penyandang disabilitas, serta kelompok yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi harian.
Gus Ipul menjelaskan bahwa kementeriannya terus mematangkan konsep program tersebut. Pemerintah menyesuaikan program bantuan permakanan sebelumnya dengan skema baru MBG agar lebih tepat sasaran dan efektif.
Tahun ini, Kementerian Sosial akan mengajukan data calon penerima manfaat kepada Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam waktu dekat, pemerintah juga akan memulai uji coba program di beberapa daerah.
“Kami ingin segera menjalankan uji coba di beberapa titik,” ujar Gus Ipul.
Pemerintah Perluas Cakupan Penerima
Pada 2025, Kementerian Sosial menggelar simulasi program dengan melibatkan 100.000 penerima manfaat. Berdasarkan hasil evaluasi, pemerintah meningkatkan target penerima menjadi 300.000 hingga 400.000 lansia.
Gus Ipul menilai kebutuhan pemenuhan gizi lansia rentan terus meningkat. Karena itu, pemerintah memperluas cakupan program agar lebih banyak lansia mendapatkan akses makanan bergizi.
Libatkan Relawan untuk Distribusi dan Pendampingan
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan mengolah makanan bergizi untuk para lansia. Setelah itu, relawan sosial akan mengantarkan makanan langsung ke penerima manfaat.
Kementerian Sosial menggandeng Karang Taruna dan berbagai komunitas relawan untuk mendukung distribusi. Selain mengirim makanan, para relawan juga akan mengikuti pelatihan pendampingan lansia.
Melalui langkah ini, pemerintah tidak hanya memastikan kebutuhan gizi terpenuhi, tetapi juga memperkuat dukungan sosial bagi lansia yang hidup sendiri.
Dengan strategi tersebut, Kementerian Sosial berharap program MBG mampu meningkatkan kualitas hidup lansia rentan secara berkelanjutan.
Editor : EL









